Friday, October 31, 2014

WILL I AM : Yang Ketujuh

"Mengapa engkau heran? Aku akan mengatakan kepadamu rahasia perempuan itu dan rahasia binatang yang memikulnya, binatang yang berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh itu. Adapun binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada, ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi. Yang penting di sini ialah akal yang mengandung hikmat: ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk, ketujuhnya adalah juga tujuh raja: lima di antaranya sudah jatuh, yang satu ada dan yang lain belum datang, dan jika ia datang, ia akan tinggal seketika saja. Dan binatang yang pernah ada dan yang sekarang tidak ada itu, ia sendiri adalah raja kedelapan dan namun demikian satu dari ketujuh itu dan ia menuju kepada kebinasaan." - Wahyu 17:7-12

Sekian tahun saya mengamati, merenungkan, dan menimbang bersama Roh Kudus-Nya, maka kali ini saya hendak mengajukan kandidat Sang Antikristus yang menurut saya paling berpeluang, yakni Pangeran William. Demikianlah beberapa hal menarik yang bisa saya sampaikan dan silakan Anda simpulkan sendiri. Bagi saya aturan mainnya hanya satu, yakni there is no coincidence (tidak ada yang kebetulan):

1. Menarik sekali jika meneliti sejarah kerajaan Inggris (British Monarchs) sejak awalnya hingga saat ini. Pada awalnya adalah English Monarchs dan Scottish Monarchs, masing-masing berdiri sendiri. Kemudian pada tanggal 1 Mei 1707 kedua kerajaan bergabung membentuk Kingdom of Great Britain. Dan pada 1 Januari 1801, bersama kerajaan Irlandia, ketiga kerajaan ini membentuk United Kingdom of Great Britain and Ireland. Dari semua raja (dan ratu) yang pernah memerintah di ketiga kerajaan tersebut, ada lima orang yang memakai nama William untuk menduduki enam jabatan raja pada zamannya masing-masing, yakni:
  • William The Conqueror (English Monarch), masa pemerintahan: 25 Desember 1066 - 9 September 1087. Penguasa Normandia pertama yang menaklukkan tanah Inggris pertama kali. Kadang disebut sebagai William The Bastard. Ini adalah William yang pertama. Dan memerintah tepat pada hari penyembahan dewa matahari bangsa Romawi atau sekarang disebut juga hari Natal.

  • William II (English Monarch), masa pemerintahan: 9 September 1087 - 2 Agustus 1100. Merupakan suksesor dari William The Conqueror. Disebut juga William Rufus. Yang menarik adalah suksesornya bernama Henry I. Bukankah adik Pangeran William adalah Harry, yang merupakan sebutan lain dari Henry.

  • William The Lion (Scottish Monarch), masa pemerintahan: 9 Desember 1165 - 4 Desember 1214. Merupakan William pertama dari kerajaan Skotlandia.

  • William II (Scottish Monarch) sekaligus William III of England (English Monarch), yakni Prince of Orange - Nassau. Mulai memerintah pada 13 Februari 1689 (England) dan 11 Mei 1689 (Scotland) dan berakhir 8 Maret 1702. Suksesornya adalah Queen Anne, penguasa pertama Britania Raya.


Jika Pengeran William sukses menggantikan Ratu Elizabeth II, maka diperkirakan ia akan mendapat gelar William V of The United Kingdom, namun ini adalah jabatan ke-7 setelah 6 jabatan yang telah disebutkan tadi. Sedangkan Presiden RI saat ini, Bapak Joko Widodo merupakan Presiden RI ke-7. Apakah ini sebuah kebetulan?

Dan jika tahun depan Pangeran William sukses mewarisi takhta tepat setelah Ratu Elizabeth II memecahkan rekor Ratu Victoria, maka saat itu usia Pangeran William adalah 33 tahun, usia yang sama ketika Yesus Kristus mencapai puncak kemuliaan di kayu salib.

2. Sejak dahulu, bahasa angka selalu memiliki petunjuk tersendiri. Bagi saya sungguh bukan kebetulan jika Pangeran William memiliki tanggal lahir yang sama dengan Presiden RI Joko Widodo, yakni 21 Juni. Dan mereka memiliki selisih umur tepat 21 tahun. 

21 Juni - 216 = 6 x 6 x 6

21 Juni 1982 pada almanak Ibrani merupakan tanggal 30 Sivan 5742

30 bulan ke-3, 30 + 3 = 33. Angka 33 berarti Tatanan Dunia Baru (New World Order). Mengenai arti angka 33 ini akan dibahas di tulisan berikutnya.

5 + 7 + 4 + 2 =  18 (6 + 6 + 6)

3. Ada hal yang amat menarik dari Coat of Arms pada Pangeran Charles, ayah dari Pangeran William. Jika kita perhatikan ada gambar naga merah pada bagian kanan bawah:



Sebuah nara sumber menyebutkan bahwa arti dari bagian khusus di bawah lambang utama ini adalah:

Ich, the Black Prince, Dien the Red Dragon 
(I, the Black Prince, serve the Red Dragon)
Aku, Pengeran Kegelapan, melayani Naga Merah

Naga Merah merupakan gambaran dari Lucifer, bapa segala dusta dan hujat. Pangeran Kegelapan adalah gambaran Antikristus, antithesis dari Kristus. Dan bersama Nabi Palsu (Binatang Yang Keluar dari Darat) membentuk Tritunggal Kejahatan, antithesis dari Tritunggal Kudus.

Namun usia Pangeran Charles saat ini dari sisi usia tidak lagi cocok sebagai Sang Antikristus yang dimaksud, malahan bagi saya pribadi, beliau merupakan "jelmaan" dari Naga Merah itu sendiri. Lagipula, Pangeran Charles tidak lagi memenuhi syarat sebagai penerus takhta kerajaan Inggris yang berikutnya sebab ia telah mengalami perceraian dengan Putri Diana. Dan hal ini terasa begitu senada dengan firman yang mengatakan, "Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar." - Wahyu 13:2. Bukankah secara gamblang sudah jelas bahwa dengan perceraian tersebut, Pangeran Charles pun menyerahkan kekuatannya, takhtanya dan kekuasaannya langsung kepada Pangeran William yang nanti akan menjadi penerus Ratu Elizabeth II?

4. Sejak dahulu ada banyak tokoh yang dipakai Tuhan untuk menjadi "bayang-bayang" akan Kristus, yakni Ishak, Yusuf, Yosua, Boas, Daud, Salomo dan yang lainnya. Begitu juga ada banyak tokoh yang menjadi "bayang-bayang" Antikristus, yakni Nimrod, Firaun, Nebukadnezar, Antiochus IV Ephiphanes dan yang lainnya. Yang menarik adalah semua bayang-bayang Antikristus tersebut berasal dari apa yang sekarang disebut sebagai negara-negara Muslim. Padahal pada zaman mereka, Islam masih belum ada. Dengan demikian kita bisa pahami bahwa ada spirit yang sama yang akan menunggangi Sang Antikristus nanti, yakni spirit membunuh bahkan membinasakan dengan sedemikian rupa, persis yang dilakukan ISIS selama beberapa bulan ini.

Dan fakta menariknya adalah pada 10 Oktober 1986 tersiar kabar resmi bahwa Ratu Elizabeth II memiliki darah nabi Muhammad. Rinciannya dapat klik di sini. Bahkan menurut sumber lain, keluarga kerajaan Inggris juga memiliki darah dari raja dinasti Tang (China) dan Genghis Khan (Mongol). Kenyataan ini memang merupakan aib besar bagi keluarga kerajaan Inggris, sekaligus kebanggaan yang tak terucapkan bagi bangsa Arab. Namun dengan demikian Pangeran William memiliki potensi dan syarat dari sisi ini sebagai puncak manifestasi Antikristus di Masa Tribulasi Besar.

5. Melanjutkan poin ke-4, jika kita meneliti alasan Pangeran Charles harus menikah dengan Putri Diana untuk melahirkan Pangeran William, maka kita bisa mendapatkan alasan yang sama atas terpilihnya Yusuf dan Maria sebagai orang tua Kristus saat itu. Jadi faktor garis keturunan dari kedua orang tua (bloodline) merupakan faktor yang amat vital. 

Bukankah Pangeran Charles tidak pernah mengenal apalagi mencintai Putri Diana? Dan semua hal tersebut terbukti. dari berbagai pemberitaan yang ada. Bahkan ketika Putri Diana menjalin hubungan cinta dengan Dodi Al-Fayed yang adalah Islam dan berbangsa Arab, hal ini takkan dibiarkan lebih lama oleh keluarga kerajaan Inggris, sehingga terancanglah sebuah pembunuhan yang berkedok kecelakaan untuk menghabisi dua insan yang dianggap membangkitkan aib keluarga kerajaan Inggris.

Bukankah nama Diana merupakan nama lain dari Semiramis, Asytoret, Ishtar, Lilith, Lucy, Isis dan semua jelmaan pasangan feminim dari Naga Merah a.k.a Lucifer a.k.a Baal a.k.a Osiris, yang "diwakili" oleh Pangeran Charles dalam hal ini?

6. Ketika saya melihat berita bahwa Pangeran William menikah bahkan punya keturunan yang sekarang, hal itu sungguh mengganggu saya pada awalnya. Sebab awalnya saya menganggap bahwa Antikristus itu seperti Kristus dulu, yakni tidak menikah apalagi sampai punya keturunan.

Sampai ketika suatu saat saya membaca sebuah tulisan yang mengatakan bahwa orang Yahudi dan penganut Yudaisme tidak mempercayai jika Yesus Kristus merupakan Mesias orang Kristen adalah Mesias yang sama dengan Mesias yang mereka nantikan. Bagi mereka, Mesias yang benar adalah seorang biasa dan memiliki istri dan keturunan serta membawa korban persembahan di dalam Bait Suci ke-3 nanti. Sungguh sebuah kejutan yang akhirnya melengkapi pencarian saya selama ini. Bukankah selama ini kita mengetahui akan skenarionya nanti, bahwa ketika itu Israel akan tertipu dan tertindas oleh karena menganggap Antimesias nanti sebagai Mesias yang sesungguh?

"Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah." - 2 Tesalonika 2:3-4

7. Beberapa waktu lalu seorang teman saya, yang juga merupakan seorang pendoa, menceritakan salah satu mimpinya:

Saya bermimpi ada gundukan tanah merah seperti bekas kejadian longsor. Saya serta suami sedang di dalam mobil SUV tapi yang tak mahal harganya cukup untuk off road. Tidak biasanya suami saya menyetir sangat gesit dan tangguh. Saya melihat di dalam gundukan tanah ini ada 3 jenis yang terkubur: pohon-pohon, batu-batu karang dan kijang-kijang. Kami melintasi gundukan tanah ini sampai ke seberang dan ada suara Roh Kudus bahwa saya dan suami sudah dipasangkan sebagai pasangan misionaris dengan kemartiran. Saya diberikan penglihatan salib merah yang sama panjang.

(Bendera salib merah ini selalu membayangi saya hampir setiap hari)

Dan seorang teman saya yang lain, yang memiliki karunia mengartikan mimpi menerjemahkan mimpi tersebut demikian:

Dia dan suaminya akan dibawa pelayanan dengan berbagai macam resiko seperti mengendarai mobil offroad, melewati medan yang terjal berbatu, kalau jika mereka tidak waspada akan terkena longsor dan untuk bendera salib merah sama panjang merupakan suatu tanda bahwa mereka akan menghadapi masa yang amat tidak mengenakkan karena menjadi martir melawan Antikristus yang datangnya dari sebuah wilayah dengan panji bergambar salib merah.

Bagi saya ini sebuah peneguhan yang luar biasa atas dugaan saya tentang Sang Antikristus tersebut selama ini karena satu-satunya bendera yang hanya memiliki gambar salib merah tanpa ada gambar lainnya itu hanyalah bendera dari kerajaan Inggris (England monarch), kerajaan asal William The Conqueror (William I) sekaligus Pangeran William yang akan menjadi pewaris takhta berikutnya.

Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.

Tuesday, October 28, 2014

Ayin Hey 5775 - Vol. 4: Puncak Manifestasi Takdir Nusantara

"Pada tahun 2015, ketika Indonesia genap berusia 70 tahun, nasib bangsa ini hanya ada dua pilihan, yakni menikmati kelimpahan Tahun Yobel ... Atau jadi gembel!" - Pdt. Petrus Agung Purnomo

70 Tahun Indonesia

Pada tanggal 17 Agustus 2015 nanti, Indonesia akan tepat berusia 70 tahun dan di saat yang sama kita akan mengalami berkat Tahun Shemitah Ayin Hey 5775 (24 September 2014 - 13 September 2015) dan akan mengalami berkat Tahun Yobel Ayin Vav 5776 (13 September 2015 - 2 Oktober 2016). Sebagai Gereja dan Pasukan Tuhan, apa saja yang harus kita persiapkan sejak sekarang?


"Setelah Kenan hidup tujuh puluh tahun, ia memperanakkan Mahalaleel." - Kejadian 5:12

"Setelah Terah hidup tujuh puluh tahun, ia memperanakkan Abram, Nahor dan Haran." - Kejadian 11:26

"Pada waktu itu Tirus akan dilupakan tujuh puluh tahun lamanya, sama dengan umur seorang raja. Sesudah lewat tujuh puluh tahun, akan terjadi kepada Tirus seperti terjadi kepada perempuan sundal dalam nyanyian ini: 'Ambillah kecapi, kelilingilah kota, hai sundal yang dilupakan! Petiklah baik-baik, bernyanyilah banyak-banyak, supaya engkau diingat orang.' Dan sesudah lewat tujuh puluh tahun, TUHAN akan memperhatikan Tirus, sehingga ia kembali mendapat upah sundalnya, dan ia akan bersundal dengan segala kerajaan yang ada di muka bumi. Labanya dan upah sundalnya akan kudus bagi TUHAN, tidak akan ditahan atau disimpan, tetapi dengan labanya itu akan disediakan makanan yang cukup dan pakaian yang indah bagi orang-orang yang diam di hadapan TUHAN." - Yesaya 23:15-18

"Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." - Yeremia 29:10-11

Nama Kenan berarti penderitaan (karena dijajah atau dirasuki atau possessed oleh pihak musuh). Namun ketika usia Kenan 70 tahun, ia memiliki seorang anak bernama Mahalaleel. Nama Mahalaleel berarti pujian terhadap Elohim atau Elohim yang diberkati dengan pujian. "Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" - Mazmur 103:1-2. 

Dengan demikian perkara tersebut di atas hendak berkata atau telah menubuatkan bahwa setelah 70 tahun penderitaan karena penjajahan dan / atau perasukan oleh tindakan penjajahan sistem dunia (Babel) atas bangsa ini, maka akan datang sebuah pembebasan dan kelepasan yang dari Tuhan sehingga orang-orang memuji dan memberkati nama Tuhan (Jehovah Elohim). Bukankah selama ini, sejak lahirnya dan selama "kemerdekaan"nya, bangsa kita terus menerus mengalami penjajahan oleh berbagai pihak asing? Maka ketahuilah bahwa setelah genap 70 tahun nanti akan datang sebuah kelepasan besar bagi Indonesia. Dan perkara ini TIDAK DAPAT DIBATALKAN MAUPUN DIHINDARI!

Begitu juga Terah, yang arti namanya adalah penundaan, setelah 70 tahun maka penundaan itu melahirkan Abram yang akhirnya diubah menjadi Abraham, Sang Pengemban Takdir, untuk melahirkan Kristus melalui bangsa pilihan, Israel. Dapatkah Anda mengerti sekarang bahwa rancangan-Nya adalah sempurna adanya sejak semula? Terpujilah Tuhan dan diberkatilah nama-Nya, yang menjadi jaminan kemenangan bagi umat dan pasukan-Nya.

Jika laba dan upah sundal Tirus bisa menjadi berkat dan memberkati seluruh warga yang diam di dalamnya setelah 70 tahun menderita, apalagi Indonesia, yang Tuhan pilih sendiri untuk menjadi kunci utama pada Akhir Zaman ini, yang sudah hampir 9 tahun menggelar karpet merah bagi kedatangan-Nya yang ke-2? Maka ambillah, jangan hanya kecapi, namun juga gambus, rebana, gitar, seruling dan semua alat musik yang bisa berbunyi. Jangan hanya bernyanyi, namun juga menari, melompat, berlari bahkan terbang. Demi impian-Nya menjadi nyata melalui bangsa ini!


Maka Babel beserta segala ampas dan racunnya akan dikebaskan total dari Indonesia, Tuhan sendiri yang akan memberi perhatian-Nya sehingga bangsa ini sungguh akan mengalami segala kelimpahan yang belum pernah ada sebelumnya dan takkan pernah ada lagi setelahnya. Sebuah masa yang disebut orang sebagai Masa Daud dan Salomo, kelimpahan besar akan rohani dan jasmani. Demi takdir bangsa ini mencapai puncak penggenapannya!

50 Tahun G30S/PKI - Lunasnya Hutang Darah

Pada Kamis malam tanggal 30 September 1965 (5 Tishrei 5726) terjadi sebuah peristiwa yang paling kelam dari bangsa ini, tujuh Pahlawan Revolusi dan seluruh keluarganya menjadi korban dari sebuah rencana jahat yang mengakibatkan pergolakan besar serta mewariskan hutang darah terbesar di bangsa ini. Sekian juta rakyat Indonesia menjadi korban akibat peralihan kekuasaan yang memilukan itu. Dan tanpa perlu menunjuk siapa yang paling bersalah, Tuhan menghendaki adanya pelunasan hutang darah tersebut.

"Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun. Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu. Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya. Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya. Karena tahun itu adalah tahun Yobel, haruslah itu kudus bagimu; hasil tahun itu yang hendak kamu makan harus diambil dari ladang. Dalam tahun Yobel itu kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya." - Imamat 25:8-13

Bukankah 30 September 2014 (6 Tishrei 5775) adalah genap 49 tahun peristiwa kelam berdarah itu? Dan sekarang kita mulai memasuki tahun ke-50-nya. Maka pada tahun ini, Tuhan hendak menganugerahkan Pendamaian atas hutang darah terbesar ini. Namun hal ini memerlukan peran kita sebagai Gereja-Nya di bangsa ini untuk ikut menggenapi Pendamaian yang Tuhan sediakan bagi kita. Sungguhkah Anda menangkap kairos-Nya saat ini?

Dari berbagai sumber yang bisa diperoleh, perkiraan terburuk akan jumlah korban pembantaian sepanjang tahun 1965 - 1966 adalah sekitar 2.000.000 jiwa. Itulah sebabnya mengapa pada tanggal 2 November 2014 nanti, Tuhan memberikan mandat kepada seluruh Pasukan-Nya melalui Suku Bahtera untuk menjala dan membawa kepada Kristus 2.000.000 jiwa di pusat kota Jakarta. Bertepatan dengan acara car free day dan kirab budaya yang diselenggarakan oleh Pemda DKI Jakarta, mulai dari depan Istana Negara, Monas, sepanjang Jalan Thamrin, Bundaran HI, sepanjang Jalan Jendral Sudirman hingga GBK Senayan, Tuhan sudah menyerahkan pembalikkan keadaan dan kemenangan besar bagi bangsa ini! Yang diperlukan hanyalah percaya serta sepakat dengan Tuhan dan bertindak pada hari paling menentukan di 2 November 2014 nanti, mulai jam 4 subuh hingga jam 11 siang. Sungguh ini sebuah anugerah yang pantang untuk dilewatkan!


Melalui tulisan ini, sekali lagi Tuhan mengajak semua yang mau terlibat untuk datang ke downtown Jakarta pada Minggu, 2 November nanti. Supaya pada hari itu bangsa Indonesia dilahirkan kembali. Dan puncak perayaannya akan terjadi pada 8 November 2014 di GBK Senayan, jam 16.00. Di mana sekian ratus ribu orang akan dilawat Roh Kudus-Nya dan menerima pelantikan massal sebagai Pasukan Generasi Yoel dan Mikhael untuk menggenapi segala sesuatunya selama kurang dari 6 tahun ke depan. Ini sungguh BUKAN sebuah kebetulan belaka! Ini sungguh rencana-Nya yang luar biasa!

10 Tahun Suku Bahtera

Bukan sebuah kebetulan bahwa pada Desember 2005 lalu, melalui ketujuh hamba-Nya, Tuhan membentuk Suku Bahtera yang datangnya dari sebuah kerelaan untuk mau memimpin, melayani dan membayar harga bagi apa yang akan segera digenapi hingga puncaknya dalam waktu dekat ini, termasuk penggenapan Yesaya 60 atas seluruh bangsa dan Gereja di Indonesia. Sebab pada tahun yang sama, tepatnya 28 Juli 2005, Presiden RI ke-7 yang saat ini mulai memerintah, Bapak Joko Widodo, memulai karir politiknya sebagai Walikota Surakarta (Solo) - Kota Mempelai. Maka kita harus menyadari bahwa kita dipanggil untuk memerintah bersama dengan Tuhan mulai dari menjelang kedatangan-Nya yang ke-2 hingga nanti memasuki Masa Kerajaan Seribu Tahun serta di kekekalan (Langit Baru, Bumi Baru & Yerusalem Baru).

9 tahun yang penuh warna dan sarat dengan berbagai pewahyuan yang baru serta berbagai tindakan profetik yang telah dilakukan akan mengakhiri tahap pembelajaran seluruh Pasukan-Nya sekaligus akan mengawali penggenapan puncak takdir segala sesuatunya. Pada akhir Desember 2015 nanti, bertepatan dengan Tahun Yobel Besar Ayin Vav 5776, Suku Bahtera genap berusia 10 tahun. Angka 10 berbicara tentang puncak manifestasi sesuatu yang dimulai pada awalnya. Sehingga pada tahun 2016 nanti, kita sebagai sebuah Suku Bahtera akan menyaksikan, menikmati bahkan ikut menggenapi apa yang tak pernah dilihat oleh mata, apa yang tak pernah didengar oleh telinga dan bahkan apa yang belum pernah timbul dalam hati, yakni 6 sisi Puncak Manifestasi Takdir Nusantara:

1. Diremukkan dan dilemparkannya Babel dari Indonesia
2. Lunasnya hutang darah 
3. Tahun Yobel Besar
4. Masa Daud dan Salomo
5. Puncak penggenapan Yesaya 60 atas Indonesia
6. Pesta rohani terbesar: Tsunami Lawatan & Tuaian

Bukankah abjad Vav pada Ayin Vav 5776 itu bernilai 6, sedangkan sepuluh kali lipatnya adalah pasal ke-60 dari Kitab Yesaya itu? Maka haruslah kita menyadarinya bahwa semuanya ini BUKAN sebuah kebetulan. Seperti yang baru saja diwahyukan-Nya kepada saya, bahwa tahun 2016 merupakan Tahun Tsunami Air Mata, istilah ekstrim ini dipakai-Nya sebab Tuhan akan menyatakan diri-Nya dan segala kemuliaan-Nya melalui berbagai situasi yang luar biasa ekstrim nantinya.
Bukankah sudah dinubuatkan oleh-Nya bahwa ketika kegelapan dan kekelaman menutupi seluruh dunia maka saat itulah terang akan terbit dari bangsa ini (Yesaya 60:1-2)? Tidakkah itu sedemikian ekstrim maksud firman-Nya? Jadi bersiaplah!

Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya. Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.