Tuesday, April 8, 2014

Pengakuan Perlindungan Tuhan (Deklarasi Pemilu 2014)

Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan di atas segala tuhan dan Raja di atas segala raja, kami Gereja Tuhan mendeklarasikan dan menggemakan sesuai dengan ketetapan dan rencana Tuhan bahwa:

1. Seperti ada tertulis, kami tinggal dalam perlindungan Tuhan. Tuhan adalah gunung batu, matahari, perisai, serta tembok berapi yang melindungi kami, Jakarta, dan seluruh Indonesia dari semua pengaruh kuasa gelap, penyakit, bencana alam, malapetaka, kecelakaan, kebakaran, huru-hara dan kekacauan. Para malaikat-Nya menjaga kami di segala jalan kami. Kami sudah terima kuasa untuk menginjak ular dan kalajengking serta menahan semua kekuatan musuh sehingga tidak ada yang dapat membahayakan kami. Kuasa darah Yesus dan pemercikan darah-Nya ada atas hidup dan bangsa kami, sehingga kematian anak-anak sulung tidak bisa menyentuh bangsa kami. Tidak ada kerusuhan, dan kabar tentang kekerasan di Indonesia, karena kasih-Nya yang mempersatukan.

2. Seperti ada tertulis, sekarang telah tiba keselamatan, kuasa dan pemerintahan Tuhan kita, serta kekuasaan Dia yang diurapi-Nya. TUHAN sudah menegakkan Takhta-Nya di Sorga dan Kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu. Tuhan Yesuslah Kepala segala pemerintah dan penguasa. Tuhanlah yang menetapkan setiap pemerintahan. Yang mengangkat orang-orang pilihan-Nya di negeri kami dan menurunkan orang-orang yang menentang-Nya.  Hanya ketetapan dan rencana Tuhanlah yang terjadi, semua pengaruh kuasa gelap dan pihak luar yang bukan dari Tuhan, sudah dibatalkan.

3. Pemilu berlangsung dengan sangat aman, lancar, jujur, adil dan tertib dan sesuai rencana Tuhan karena Roh Tuhan menaungi dan mengendalikan seluruh Indonesia.  Sekarang saatnya bahwa mereka yang terpilih adalah hanya yang Tuhan tetapkan, yang takut akan Tuhan, yang mencintai bangsa Indonesia, supaya rencana Tuhan untuk Indonesia tergenapi. Orang-orang pilihan Tuhan memerintah, mereka dihormati rakyat, karena mengusahakan yang baik dan berbicara untuk kesejahteraan seluruh rakyat. Orang yang sombong dan fasik diturunkan, orang benar terus bertambah. Kebenaran meninggikan derajat bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia menggenapkan destiny yang Tuhan sudah tetapkan.

4. Seperti ada tertulis, Tuhanlah yang mengendalikan langit, bumi, laut dan segenap samudera raya. Tuhan membuat tangan kami menguasai laut dan sungai-sungai. Tuhan membinasakan semua musuh kami. Tidak ada badai, banjir, gempa, tsunami, bencana apapun yang boleh terjadi, semuanya terkendali.

5. Seperti ada tertulis, si pembinasa keji tidak dapat menyatakan diri karena masih ada pasukan Tuhan yang menahannya. Bangsa kami terluput karena kami berdiri mempertahankan bangsa kami di hadapan Tuhan.

6. Tidak ada kuasa penyesatan, kemiskinan, kematian, perpecahan, kelemahan, sakit penyakit yang melanda. Karena bangsa kami terutama Gereja Tuhan, hidup rukun bersatu sebagai Satu Tubuh, dalam pengenalan akan Tuhan, mencintai dan hidup dalam kebenaran, kelimpahan, kehidupan, kesehatan dan kekuatan serta menjadi berkat bagi Indonesia. Gereja Tuhan di Indonesia bersatu dengan Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja.

7. Seperti ada tertulis, pada hari ini pagar tembok kami dibangun kembali dan perbatasan kami diperluas. Semua ketetapan yang menentang Tuhan sudah dibatalkan. Semua roh duniawi, kebenaran diri sendiri, mereka yang garang dan sombong sudah dihabisi. Tuhan memberikan kepada kami harta terpendam dan kekayaan yang tersembunyi. Awan-awan mencurahkan keadilan dari langit. Hujan awal dan hujan akhir terjadi bersamaan. Lumbung-lumbung kami penuh dengan gandum, anggur dan minyak. Tahun Yobel Besar sedang terjadi. Tuhan sedang mencurahkan Roh-Nya kepada seluruh umat manusia, bumi penuh kemuliaan Tuhan seperti air menutupi samudera.

8. Seperti ada tertulis, kami sedang heran melihat dan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut beralih kepada kami, dan kekayaan bangsa-bangsa datang kepada kami. Pintu-pintu gerbang kami selalu terbuka, supaya orang dapat membawa kekayaan bangsa-bangsa kepada kami, sedang raja-raja mereka ikut digiring sebagai tawanan.

9. Seperti ada tertulis, pasukan-Nya sangat banyak dan pelaksana Firman-Nya kuat. Segala kuasa di Sorga dan di Bumi ada pada Yesus, sebab itu kami pergi ke seluruh dunia, memberitakan Injil kepada segala mahluk. Tanda-tanda-Nya menyertai kami: berbicara bahasa yang baru, kesembuhan, mengusir setan-setan dan membangkitkan yang mati.

AMIN! AMIN! AMIN!

"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai." Yesaya 9:5

Monday, April 7, 2014

Sang Tukang Kayu

Sang Tukang Kayu telah tampil
Berangkat dari Kota Mempelai
Hendak mempersunting Nusantara
Untuk menjadi kekasih sejati

Perawakannya lembut bagai air
Sikapnya merendah mengalir ke bawah
Kelembutannya melunakkan yang keras
Kerendahannya menaklukkan yang kuat

Sang Tukang Kayu dikira hendak naik
Padahal ia turun menjejak jurang
Beliau disangka hendak makin berkuasa
Nyatanya melenggang hingga ke akar

Supaya rumput tetap hijau subur
Dan padangnya penuh kawanan domba
Supaya terus limpah susu dan madu
Di tanah pusaka para leluhur


Sang Tukang Kayu tampil bersahaja
Anak manusia dari kalangan beriman
Rakyat lebih tertegun daripada terkagum
Bukan karna wibawa namun karna denyut nurani

Apa yang hendak diceritakan
Justru akan makin banyak dilihat
Apa yang hendak didengar
Justru akan makin banyak dipahami

Sang Tukang Kayu jernih penuh rasa 
Tidak memaksa diri untuk maju
Namun paham menangkap kesempatan
Dan berjuang dengan jalan yang wajar

Kadang ia mundur untuk maju
Juga memberi untuk mengambil
Mendengar untuk memimpin hingga
Bobotnya terasa nyaman di pundak rakyat

Sang Tukang Kayu tak mudah dirayu
Namun jika perlu ia membujuk para musuh
Supaya ada keamanan di seluruh negeri
Tanpa rakyat menyadari jasa-jasanya

Ia rela untuk tidak terlelap petang dan pagi
Dari apapun yang dahsyat menimpa
Ia setia untuk terus terjaga siang dan malam
Dari siapapun yang gelap memburu

Sang Tukang Kayu melaju bijak
Bagai seorang resi begawan
Bertutur, bertindak dan berdampak
Sesuai dengan sandaran kepada Sang Mahakuasa

Kehadirannya adalah satria yang ketujuh
Dari enam satria pendahulunya
Sama seperti kiprah Tuannya yang tampil
Setelah Ibrahim, Yusuf, Musa, Yosua, Samuel dan Daud


Sang Tukang Kayu beringsut pasti
Menghadapi cemoohan para Barabas
Yang memang barbar dalam tutur dan tingkah
Yang dengungnya bikin rakyat berdenging

Karena padanya ada sesuatu yang unik
Ada sebuah pertukaran yang istimewa
Di kala ia kelihatan berserah pada nasib
Nasib bangsa malah diserahkan padanya

Sang Tukang Kayu berlenggang jaya
Bukan karena nasib namun takdir
Untuk mengantar Nusantara tercinta
Dari sebuah awal zaman baru

Kepada puncak penggenapan nan jaya
Yang adalah masa keemasan sejati
Supaya para pewaris negeri ini
Menikmati warisan dengan seutuhnya