Tuesday, September 30, 2014

Ayin Hey 5775 - Vol. 3: Kenangan Di Rumah Penderitaan

"Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: 'Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.' Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata:'Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.' Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus. Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada; tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: 'Mari kita kembali lagi ke Yudea.'

"Murid-murid itu berkata kepada-Nya: 'Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?' Jawab Yesus: 'Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini. Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya.' Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: 'Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.' Maka kata murid-murid itu kepada-Nya: 'Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh.' Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: 'Lazarus sudah mati; tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya.' Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: 'Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.' Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur.

"Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya. Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus: 'Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.' Kata Yesus kepada Marta: 'Saudaramu akan bangkit.' Kata Marta kepada-Nya: 'Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.' Jawab Yesus: 'Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?' Jawab Marta: 'Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.' 

"Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: 'Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau.' Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus. Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung itu. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai Dia. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: 'Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.' Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: 'Di manakah dia kamu baringkan?' Jawab mereka: 'Tuhan, marilah dan lihatlah!' Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi: 'Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!' Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: 'Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?' Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. Kata Yesus: 'Angkat batu itu!' Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: 'Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.' Jawab Yesus: 'Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?'

"Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: 'Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.' Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: 'Lazarus, marilah ke luar!' Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya." - Yohanes 11:1-45

"Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu." - Yohanes 12:1-3

"Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus." - Yohanes 12:9-11

Wednesday, September 24, 2014

Ayin Hey 5775 - Vol. 2: Satu Masa, Dua Masa, Dan Setengah Masa

"Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman. Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya." - Daniel 12:9-10

Dan kini meterai itu mulai terbuka dan yang disembunyikan telah disingkapkan!

Ajaibnya Tahun Sabat, Misteriusnya Shemitah dan Dahsyatnya Tahun Yobel

Ketika seorang rabbi Mesianik bernama Rabbi Jonathan Cahn menyampaikan pewahyuan Tuhan mengenai The Mystery of The Shemitah di acara Sid Roth's - It's Supernatural pada tanggal 1 September 2014 lalu, maka bagi saya pribadi lengkaplah sudah keping "puzzle" yang selama ini menjadi misteri akan apa yang Tuhan sebut sebagai Tahun Yang Melampaui Segala Akal di 2015 nanti. Video wawancara Sid Roth dengan Rabbi Jonathan Cahn dapat dinikmati di link ini.


Mengenai Tahun Sabat sendiri, hukum tersebut tertulis demikian:

"Apabila kamu telah masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, maka tanah itu harus mendapat perhentian sebagai sabat bagi TUHAN. Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu, dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu, tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi TUHAN. Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu janganlah kaurantingi. Dan apa yang tumbuh sendiri dari penuaianmu itu, janganlah kautuai dan buah anggur dari pokok anggurmu yang tidak dirantingi, janganlah kaupetik. Tahun itu harus menjadi tahun perhentian penuh bagi tanah itu. Hasil tanah selama sabat itu haruslah menjadi makanan bagimu, yakni bagimu sendiri, bagi budakmu laki-laki, bagi budakmu perempuan, bagi orang upahan dan bagi orang asing di antaramu, yang semuanya tinggal padamu. Juga bagi ternakmu, dan bagi binatang liar yang ada di tanahmu, segala hasil tanah itu menjadi makanannya." - Imamat 25:2-7

Sabat adalah suatu bentuk penyembahan bagi Tuhan. Jika kita sampaikan hukum tersebut kepada ahli agraria (pertanian) maka mereka pun akan setuju dengan hukum tersebut, sebab tanah memiliki "waktu pakai" dan secara berkala harus mengalami "turun mesin" untuk memulihkan potensi tanah tersebut. Namun jika saya "membuang" unsur Tuhan dalam aturan hukum ini dan saya tetap ingin memanfaatkan potensi tanah saya secara berkala tanpa mengeksploitasi lahan tersebut secara berlebihan, maka saya akan membagi lahan saya menjadi 7 bagian dan secara berkala setiap tahunnya saya akan "mengistirahatkan" satu bagian supaya kondisi usaha saya tetap terjaga baik, sambil saya tetap mengerjakan lahan saya tanpa jeda sama sekali.

Atau jika tetap ingin mengikuti aturan yang Tuhan tetapkan, namun saya masih memiliki keraguan akan janji pemeliharaan Tuhan, maka saya akan menyisihkan sepertiga bagian dari hasil panen saya selama 6 tahun pertama, sehingga cukup untuk menghidupi saya dan keluarga di tahun ke-7 dan tahun ke-8. Dan cara inipun ada resiko, yakni jika simpanan tersebut ternyata menjadi rusak dan tidak bisa dinikmati.

Namun Tuhan kita adalah setia dan sungguh teruji, sebab Ia memberikan solusi yang jauh lebih menakjubkan sehingga hanya bisa direspon dengan iman kita, "Apabila kamu bertanya: Apakah yang akan kami makan dalam tahun yang ketujuh itu, bukankah kami tidak boleh menabur dan tidak boleh mengumpulkan hasil tanah kami? Maka Aku akan memerintahkan berkat-Ku kepadamu dalam tahun yang keenam, supaya diberinya hasil untuk tiga tahun. Dalam tahun yang kedelapan kamu akan menabur, tetapi kamu akan makan dari hasil yang lama sampai kepada tahun yang kesembilan, sampai masuk hasilnya, kamu akan memakan yang lama." - Imamat 25:20-22

Inilah keindahan hukum Tuhan kita, bisakah kita bayangkan sekarang? Bahwa hanya dengan percaya melakukan ketetapan-Nya, secara otomatis setiap tahun ke-6 maka hasil panen akan menjadi tiga kali lipat dari lima tahun sebelum. Hasil tiga kali lipat ini untuk dinikmati dari tahun ke-6 hingga akhir tahun ke-8. Ketetapan seperti ini tidak bisa diupayakan oleh ahli agraria manapun di dunia kecuali oleh Tuhan sendiri. Maka kita sadari sekarang, betapa luar biasanya hukum Tahun Sabat ini.

Adapun yang disebut Tahun Shemitah, yakni merupakan tahun ke-49, atau Sabat ke-7 dalam sebuah periode Yobel (50 tahun). Tahun Yobel merupakan tahun yang amat luar biasa, jika Tahun Sabat secara reguler Tuhan mengirimkan hasil panen tiga kali lipat, apalagi di saat Tahun Shemitah dan Tahun Yobel. Ketika genap tujuh kali Tahun Sabat, maka hari berikutnya, yakni pada saat Hari Pendamaian (Yom Kippur) dimulailah Tahun Yobel tersebut sampai kepada Rosh Hashanah tahun berikutnya. Dan inilah ketetapan Tuhan mengenai Tahun Shemitah dan Tahun Yobel itu:

"Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun (Shemitah). Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian (Yom Kippur) kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu. Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya. Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya. ... Demikianlah kamu harus melakukan ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-Ku serta melakukannya, maka kamu akan diam di tanahmu dengan aman tenteram. Tanah itu akan memberi hasilnya, dan kamu akan makan sampai kenyang dan diam di sana dengan aman tenteram." - Imamat 25:8-19

Supaya kita ketahui juga bahwa yang disebut sebagai Tahun Rahmat Tuhan yang tertulis dalam Kitab Nabi Yesaya (61:2) dan Kitab Injil Lukas (4:19) adalah nama lain dari Tahun Yobel. Sebab dalam keduanya ada proses yang sama, yakni PEMBEBASAN. Pada tahun yang luar biasa ini, demikianlah ketetapan-Nya:

"Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka 'pohon tarbantin kebenaran', 'tanaman TUHAN' untuk memperlihatkan keagungan-Nya." -  Yesaya 61:1-3

Maka dengan demikian kita ketahui sekarang bahwa ketika pada Tahun Sabat Tuhan menjanjikan berkat sebanyak tiga kali lipat, maka di Tahun Yobel Tuhan menjanjikan PEMBALIKKAN KEADAAN! Abu dukacita diganti dengan perhiasan kepala, kain kabung diganti dengan minyak pesta, semangat yang pudar diganti menjadi puji-pujian dan seterusnya. Dan ketahuilah bahwa tahun Ayin Hey 5775 ini adalah Tahun Shemitah, sedangkan tahun Ayin Vav 5776 yang akan dimulai pada saat sunset tanggal 13 September 2015 adalah Tahun Yobel.

Namun sebaliknya, jika semua ketetapan Tuhan ini dilanggar, baik pada Tahun Sabat apalagi pada saat menjelang Tahun Shemitah dan Tahun Yobel, maka akibatnya pun sungguh dahsyat dan mengerikan. Seluruh akibatnya dapat diteliti pada Imamat pasal 26. Dan bangsa Israel pernah mengalami kejadian ini sehingga mereka dibuang ke Babel selama 70 tahun:

"Mereka yang masih tinggal dan yang luput dari pedang diangkutnya ke Babel dan mereka menjadi budaknya dan budak anak-anaknya sampai kerajaan Persia berkuasa. Dengan demikian genaplah firman TUHAN yang diucapkan Yeremia, sampai tanah itu pulih dari akibat dilalaikannya tahun-tahun sabatnya, karena tanah itu tandus selama menjalani sabat, hingga genaplah tujuh puluh tahun." - 2 Tawarikh 36:20-21


Tahun Sabat dan Berbagai Krisis Ekonomi Dunia

Dalam video wawancara Sid Roth terhadap Rabbi Jonathan Cahn dijelaskan bahwa adanya koneksi yang kuat dan nyata antara siklus dan hukum roh Tahun Sabat dengan kebangkitan maupun kehancuran (ekonomi) sebuah bangsa, yakni Amerika Serikat dan juga Inggris Raya, yang memiliki kaitan erat dengan bangsa pilihan Israel.

Sebagai contoh, Tahun Sabat dan dua Tahun Sabat sebelumnya, yakni pada tahun 2008 dan tahun 2001, merupakan tahun kejatuhan ekonomi yang sangat telak bagi ekonomi Amerika Serikat dan dunia. Pada tanggal 29 September 2008 (29 Elul 5968) indeks saham Dow Jones anjlok sebesar 777,68 poin karena kasus Subprime Mortgage, sedangkan pada tanggal 11 September 2001 (23 Elul 5761) indeks saham yang sama anjlok sebesar 1.370 poin sebagai dampak yang amat dramatis dari serangan teroris terhadap Menara World Trade Center (drastis) di New York. Bahkan di tahun sebelumnya, indeks saham Nasdaq mengalami goncangan hebat dari pecahnya gelembung bisnis dotcom yang hanya berumur 3 tahun. Hanya dalam 1,5 tahun Nasdaq mengalami kerugian lebih dari 70% dari nilai kapital yang dicapai pada puncaknya pada 10 Maret 2000 (5.048 poin) menjadi hanya 1.129 poin pada 8 Oktober 2002.

Sesungguhnya, bukan hanya di tahun 2001 dan tahun 2008 saja. Jika kita hitung mundur setiap 7 tahun dan teliti semua krisis maupun kebangkitan ekonomi yang menimpa Amerika Serikat, yakni 1994 (hancurnya pasar surat obligasi Amerika Serikat sebesar lebih dari satu triliun dolar), 1987 (indeks Dow Jones terjun bebas sebesar lebih dari 22% dalam satu hari), 1980, 1973 dan seterusnya maka kita akan mendapat korelasi dengan Tahun Sabat begitu nyata,

Namun dalam sekian banyak Tahun Sabat yang lampau dari rangkaian masa yang ada, ada enam Tahun Sabat yang paling signifikan untuk kita perhatikan, yakni tahun 1917, 1945, 1973, 2001, 2008 dan 2015. Berikut ini poin utamanya:

1917 - Menjelang akhir Perang Dunia I, kuasa dari empat penguasa dunia yang sebelumnya runtuh, yakni Jerman, Rusia, kerajaan Austro - Hungaria serta Ottoman Turki yang saat itu telah menguasai kota Yerusalem selama 400 tahun. Di tahun ini pula kekuasaan penguasa dunia mulai beralih kepada Inggris Raya dan Amerika Serikat. Melalui Deklarasi Balfour, Inggris mengambil alih Israel dan Palestina dari Ottoman Turki.

1945 - Akhir dari Perang Dunia II, Amerika Serikat makin mengukuhkan kedudukannya sebagai penguasa dunia setelah Tentara Sekutu berhasil mengalahkan kekuasaan Nazi Jerman, Jepang dan Italia. Pada tahun ini juga rencana pembangunan Menara WTC mulai digulirkan.

1973 - Amerika Serikat harus menelan kekalahan yang amat dramatis setelah 18 tahun berperang dengan Vietnam. Tidak bisa dibayangkan sebelumnya bahwa Amerika Serikat yang begitu perkasa menang dalam Perang Dunia II mengalami kekalahan konyol dari sebuah negara sekelas Vietnam. Namun hal ini bukan tanpa sebab. Tanggal 22 Januari 1973 pemerintah Amerika Serikat melegalkan aborsi dan diterima serta didukung hampir semua pihak secara nasional. Pada tahun yang sama, Menara WTC diresmikan setelah proses pembangunannya selama 7 tahun sejak 1966.

2001 -  Menara WTC runtuh karena serangan teroris. Kata "menara" dalam bahasa Ibrani adalah migdal, yang berasal dari kata dasar "gadal" yang artinya kebesaran atau keagungan (greatness). Jadi pendirian maupun keruntuhan dari sebuah menara memang memiliki korelasi yang kuat dengan kebangkitan maupun keruntuhan dari keagungan sebuah bangsa. Dan memang sejak tahun ini, Amerika Serikat mulai menapaki jalan menuju kehancurannya.

2008 - Keruntuhan Amerika Serikat semakin nyata melalui krisis ekonomi yang diawali dengan macetnya kredit perumahan (Subprime Mortgage). Pemberian kredit yang gila-gilaan dan luar biasa masif tanpa mempertimbangkan semua resiko yang ada menjadikan hutang dan defisit neraca keuangan Amerika Serikat membengkak jauh lebih besar lagi. Dan hingga kini hutang dan defisit tersebut tidak kunjung surut, malahan sebaliknya makin membesar dan menjadi sebuah bom waktu yang amat mengerikan, bukan saja untuk Amerika sendiri, melainkan juga untuk ekonomi dunia.

Segera dimuat: Ayin Hey 5775 - Vol. 3: Kenangan Di Rumah Penderitaan

Satu Masa, Dua Masa Dan Setengah Masa

Lalu bagaimana dengan tahun 2015 ini? Dan mengapa Amerika Serikat justru mengalami berbagai bencana ekonomi di tiap Tahun Sabat? Supaya kita ketahui, bahwa uang dolar Amerika dicetak oleh sebuah lembaga yang bernama Federal Reserve. Walaupun namanya demikian, Federal Reserve sama sekali bukan federal (milik pemerintah), apalagi reserve (cadangan). Federal Reserve merupakan lembaga swasta yang dimiliki oleh segelintir keluarga ultra elit ekonomi yang memang memiliki hak untuk mencetak uang (baca: Mamon) dolar Amerika sekaligus menjadikannya sebagai piutang terhadap rakyat dan bangsa Amerika Serikat dalam setiap pencetakannya.

Dan supaya juga kita ketahui bahwa jumlah uang yang dicetak pada 4 tahun pertama pemerintahan Barack Obama (2008 - 2012) jauh lebih besar daripada total jumlah uang yang dicetak dari presiden pertama George Washington hingga presiden sebelumnya, George W. Bush. Dapatkah Anda bayangkan sekarang betapa mengerikannya keserakahan yang sedang menggerogoti Amerika Serikat saat ini? 

Dan hal ini telah dibuktikan ketika di akhir tahun lalu, pemerintah Amerika Serikat sempat menghentikan sebagian besar pelayanan publik selama lebih dari 2 minggu karena tidak memiliki dana untuk menjalani operasional harian dari berbagai pelayanan publik tersebut. Barulah setelah ada kesepakatan antara eksekutif dan legiflatif mereka untuk menaikkan batas hutang, pelayanan publik tersebut dapat berjalan kembali. Namun hal ini sungguh menandakan betapa mengerikannya ancaman ekonomi yang sedang datang segera.

"Dan yang seorang bertanya kepada yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu: 'Bilakah hal-hal yang ajaib ini akan berakhir?' Lalu kudengar orang yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu bersumpah demi Dia yang hidup kekal, sambil mengangkat tangan kanan dan tangan kirinya ke langit: 'Satu masa dan dua masa dan setengah masa; dan setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi!'" - Daniel 12:6-7

Ketika saya merenungkan rangkaian enam Tahun Sabat yang signifikan dari 100 tahun terakhir ini, Roh Kudus menginspirasi saya dengan adanya sebuah pola "Satu Masa, Dua Masa dan Setengah Masa". Demikian saya membacanya:

1917 - 1945 merupakan Satu Masa (28 tahun) perang, yang diisi dengan Perang Dunia I dan Perang Dunia II

1945 - 2001 merupakan Dua Masa (56 tahun) damai, yang diisi dengan pembangunan dan ekspansi ekonomi yang luar biasa cepat dalam akselerasi, luas dalam globalisasi dan menakjubkan dalam kemajuan teknologi.

2001 - 2015 merupakan Setengah Masa (14 tahun) penentuan, yang diisi dengan dua kali peringatan yang begitu dramatis di 2001 dan 2008

Interval tiap 4 Tahun Sabat dipakai sebagai tanda karena angka 4 memiliki beberapa arti, yakni tanggung jawab, kerajaan (kingdom), pemerintahan, dan kegiatan dalam pemerintahan. 

Tahun 2015 ini nubuatan pada Daniel 12, terutama ayat 6 dan 7 akan segera tergenapi, sebab berdasarkan Semitik kuno, huruf Hey sesungguhnya diinspirasi dari gerakan mengangkat kedua tangan ke langit (tanda penyembahan kepada Tuhan). Dan perhatikanlah, bahwa orang yang memberi jawab akan akhir dari segalanya, ia memberi jawab sambil mengangkat kedua tangan ke langit dan semua itu dilihat oleh Daniel. Bukankah Ayin Hey 5775 ini juga berarti memandang (Ayin) orang yang mengangkat kedua tangannya ke langit (Hey)? Dan orang tersebut memberi jawab, "Satu masa dan dua masa dan setengah masa; dan setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi!"

Pola "Satu - Dua - Setengah Masa" inipun juga tampak pada Silsilah Yesus Kristus di Injil Matius pasal 1:

Abraham - Daud, merupakan satu masa nenek moyang bangsa Israel.

Salomo - Yusuf, merupakan dua masa yang terdiri dari masa raja-raja dan masa pembuangan.

Kelahiran Yesus Kristus hingga diruntuhkannya Bait Suci ke-2 oleh Tentara Romawi di tahun 70 merupakan sebuah masa tersendiri di mana Kristus hadir di bumi selama setengah dari 70 tahun itu. 

Bukankah kehadiran Kristus yang pertama merupakan sebuah masa penentuan bagi bangsa Israel? Dan ketika bangsa ini tidak meresponi sesuai yang Bapa kehendaki, melainkan menentang dan menyalibkan Anak-Nya, maka berkat berubah menjadi kutuk yang harus ditanggung secara turun temurun hingga hampir dua puluh abad. Dengan demikian, sungguh bukan sebuah kebetulan semua tanda yang Ia singkapkan menjelang masa penentuan di Ayin Hey 5775 ini.

Segera dimuat: Ayin Hey 5775 - Vol. 4: Puncak Takdir Nusantara

Satu Jam Saja dan The Greatest Wealth Transfer

"Mereka akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya dan mereka akan berkata: 'Celaka, celaka engkau, hai kota yang besar, Babel, hai kota yang kuat, sebab dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu!'" - Wahyu 18:10

"Dan mereka menghamburkan debu ke atas kepala mereka dan berseru, sambil menangis dan meratap, katanya: 'Celaka, celaka, kota besar, yang olehnya semua orang, yang mempunyai kapal di laut, telah menjadi kaya oleh barangnya yang mahal, sebab dalam satu jam saja ia sudah binasa. Bersukacitalah atas dia, hai sorga, dan kamu, hai orang-orang kudus, rasul-rasul dan nabi-nabi, karena Allah telah menjatuhkan hukuman atas dia karena kamu.'" - Wahyu 18:19-20

Babel adalah sistem dunia ini yang dikendalikan dengan peredaran uang (Mamon) dan pengadaan hutang yang takkan pernah bisa terbayar. Babel ditakdirkan runtuh dalam satu jam saja, apa maksudnya? Jika mengacu pada 2 Petrus 3:8, yang mengatakan bahwa sehari sama dengan seribu tahun, maka satu jam adalah seribu tahun dibagi 24 jam, yakni sekitar 41,6 tahun. Dan sejak kapan jangka 41,6 tahun ini mulai dihitung?

Saya percaya bahwa jangka 41,6 tahun ini mulai dihitung melalui dua peristiwa besar dalam dunia keuangan Amerika Serikat:

1. 15 Agustus 1971 - dikenal sebagai peristiwa "Nixon Shock", sejak pemerintah Amerika Serikat mulai menurunkan standar dalam pencetakan uang dari standar emas (gold standard) menjadi standar tukar emas (gold exchange standard) pada 1933, nilai dolar Amerika mengalami penurunan yang permanen. Dan ketika ada pihak luar yang menyadari bahwa Amerika Serikat tidak memiliki cadangan emas sebanyak uang yang dicetaknya, maka secara mendadak Presiden Nixon memutuskan untuk meninggalkan standar emas secara total sehingga sistem pencetakan uang didasarkan kepada hutang. 

Keputusan Nixon yang mengejutkan ini, diam-diam disepakati oleh banyak pemerintah di berbagai negara, sebab sejak saat itu, mereka bisa mencetak uang sebanyak yang mereka kehendaki, dari sinilah dikenal istilah Fiat Money. Sejak saat inilah Amerika Serikat dan bangsa-bangsa di dunia berlomba-lomba mengejar kekayaan semu dan menuju jalan kehancuran tanpa dapat berbalik lagi.

Dan peristiwa ini menjadi sebuah deklarasi tersendiri bagi Amerika Serikat dan banyak bangsa bahwa tuan mereka bukan lagi Tuhan seperti yang tercetak di setiap lembaran dolar "In God We Trust", melainkan mereka mengabdi kepada Mamon.

2. Awal 1974 - setelah kekalahan Mesir dan para sekutunya di Timur Tengah melalui Perang Yom Kippur tahun 1973, Arab Saudi membalas dengan menurunkan produksi minyak bumi dan mengembargo Amerika Serikat. Namun Menteri Luar Negeri AS Henry Kissinger sukses bernegosiasi dengan Raja Faisal dari Arab Saudi untuk mendapatkan kesepakatan yang mensyaratkan minyak dijual hanya dengan dolar AS. Kesepakatan ini membuat Arab Saudi menjadi begitu kaya dan kemudian membujuk negara-negara Arab penghasil minyak lainnya untuk bergabung. Ini adalah kelahiran dari Petro-Dollar.

Dengan demikian Tuhan mendapati Amerika Serikat (Babel) dan semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya. Sebab Amerika Serikat seharusnya tetap setia menyatakan keberpihakannya kepada Israel apapun resikonya, namun ia malah berpihak kepada para musuh dan pembenci Israel.

Jika kita tambahkan awal 1974 dengan 41,6 tahun kemudian, maka kita mendapati bahwa puncak keruntuhan Babel akan terjadi tepat 7 tahun setelah krisis Subprime Mortgage 2008, yakni sekitar September 2015. Lalu bagaimanakah kita harus bersikap menghadapi semua hal ini? Bersukacitalah! Sebab jika memang selama ini sikap hati dan fokus hidup kita ialah Tuhan dan segala kehendak-Nya maka di sinilah akan terjadi apa yang telah dinubuatkan mengenai adanya pengalihan harta kekayaan terbesar (The Great Wealth Transfer) seperti yang tertulis pada Kitab Yesaya pasal 60.

Sedangkan bagi mereka, yang sekalipun beribadah kepada Tuhan, namun jika fokus atau prioritas hidupnya bukan lagi Tuhan dengan segala kehendak-Nya, maka mereka dipersilakan berduka bersama dengan runtuhnya Babel, Sang Pelacur Besar itu. Tahun 2015, Indonesia akan tepat berusia 70 tahun dan di saat yang sama mengalami berkat Tahun Shemitah Ayin Hey 5775 dan akan mengalami berkat Tahun Yobel Ayin Vav 5776. Sebagai Gereja dan Pasukan Tuhan, apa saja yang harus kita persiapkan sejak sekarang? Segera simak pada tulisan berikutnya, Ayin Hey 5775 - Vol. 4: Puncak Takdir Nusantara.

Taruhan Raksasa Sang Mahaspekulasi

Mungkin Anda masih berpikir bahwa semua pernyataan tersebut di atas hanyalah sebuah kebetulan yang sengaja dicocokkan dengan berbagai firman yang tertulis, maka jika demikian simaklah sebuah informasi berikut ini, bahwa pada September 2013, maha spekulator George Soros membeli put option atas indeks saham S&P 500 sebanyak $ 470 - $ 700 juta. Dengan demikian ia berkeyakinan bahwa pasar saham akan mengalami kehancuran dalam waktu dekat ini.

Namun sekitar setengah tahun kemudian Soros menggandakan taruhannya menjadi $ 1,3 milyar atas opsi yang sama di pertengahan Februari 2014. Saat ini pasar saham masih terus naik. Namun itu tidak menyurutkan nyali spekulator gaek ini. Kenyataannya, pada tangga 18 Agustus 2014, Soros menaikkan lagi taruhannya di opsi yang sama menjadi lebih dari $ 2 milyar. Ini merupakan nilai transaksi opsi terbesar dalam sejarah. Kita mungkin akan berpikir, apakah George Soros ini sangat gila atau memang amat cerdas?

Supaya Anda ketahui, bahwa George Soros merupakan maha spekulator yang amat visioner dan luar biasa cerdas dalam transaksi di pasar uang dan saham. Kiprahnya menjadikan beliau sebagai salah satu legenda hidup yang sedemikian menggentarkan. Pada tahun 1992, bank sentral London diguncang sedemikian rupa sehingga hanya dalam satu hari suku bunga mata uang Sterling ini harus dinaikkan dari 10% menjadi 15% untuk menghindari rush dan merosotnya nilai mata uang tersebut lebih dalam lagi.

Dan yang tidak akan pernah terlupakan adalah krisis moneter Asia di tahun 1997, George Soros mengguncang satu benua ini dan menyebabkan hancurnya nilai mata uang negara-negara di Asia. Indonesia dengan Rupiahnya bahkan mengalami kehancuran dalam dunia perbankan, saat itu suku bunga meroket tajam hingga lebih dari 60%. Kini Soros telah memantapkan keyakinannya sebanyak tiga kali dengan menggandakan taruhannya dalam satu opsi yang sama hingga $ 2.000.000.000,-, masihkah menurut Anda ini semua hanya sebuah kebetulan?

Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi. Dan suara pemain-pemain kecapi dan penyanyi-penyanyi, dan peniup-peniup seruling dan sangkakala, tidak akan kedengaran lagi di dalammu, dan seorang yang ahli dalam sesuatu kesenian tidak akan ditemukan lagi di dalammu, dan suara kilangan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Dan cahaya lampu tidak akan bersinar lagi di dalammu, dan suara mempelai laki-laki dan pengantin perempuan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Karena pedagang-pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi, oleh ilmu sihirmu semua bangsa disesatkan.