Saturday, February 21, 2015

Alasan Berhenti Merayakan Imlek

"Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara." - Efesus 6:11-12

"Put on all of God’s armor so that you will be able to stand firm against all strategies of the devil. For we are not fighting against flesh-and-blood enemies, but against evil rulers and authorities of the unseen world, against mighty powers in this dark world, and against evil spirits in the heavenly places." - Ephesians 6:11-12 (New Living Translation)

"Sebentar lagi aku (Gabriel) kembali untuk berperang dengan pemimpin orang Persia, dan sesudah aku selesai dengan dia, maka pemimpin orang Yunani akan datang. Namun demikian, aku akan memberitahukan kepadamu apa yang tercantum dalam Kitab Kebenaran. Tidak ada satupun yang berdiri di pihakku dengan tetap hati melawan mereka, kecuali Mikhael, pemimpinmu itu." - Daniel 10:20-21

"I (Gabriel) now have to go back to fight against the angel-prince of Persia, and when I get him out of the way, the angel-prince of Greece will arrive. But first let me tell you what's written in The True Book. No one helps me in my fight against these beings except Michael, your angel-prince." - Daniel 10:20-21 (The Message)

Pertama kali dapat rhema untuk berhenti merayakan Imlek adalah ketika menjelang Tahun Naga Air (4710 / 2563 / 2012). Sebab pada tahun itu manifestasi dan deklarasi Antikristus (yang adalah juga binatang yang keluar dari laut - Wahyu 13) terjadi amat nyata dan gamblang, terutama melalui upacara pembukaan dan upacara penutupan Olimpiade London.

Memang ini merupakan preferensi pribadi, dan tulisan inipun hanyalah menceritakan rhema yang saya dapatkan tersebut. Saya mencoba berkonsultasi dengan Roh Kudus-Nya supaya saya bisa memahami dasar hukum dan firman-Nya atas kebijakan tersebut. Bagi Anda yang terbiasa dengan bidang peperangan rohani, pasti akan lebih mudah mengerti penjelasan berikut ini.

Bahwa Alkitab mengakui adanya Iblis dan semua pengikutnya, yakni Lucifer, para malaikat yang jatuh (Fallen Angels) dan semua pasukannya. Merekalah yang disebut sebagai para pemerintah, para penguasa, para penghulu dunia kegelapan dan roh-roh di udara. Lebih rinci lagi, Kitab Daniel ada menyebut beberapa contoh yang lebih spesifik, yakni penguasa Persia dan penguasa Yunani. Bahkan dalam beberapa versi Alkitab berbahasa Inggris disebut sebagai angel-prince atau malaikat-pangeran. Dan disebut wilayah Persia maupun Yunani adalah untuk menegaskan batasan teritorial wilayah maupun batasan teritorial zaman masing-masing para penguasa tersebut.

"Ia (Antikristus) akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa." - Daniel 7:25

"He (Antichrist) will defy the Most High and oppress the holy people of the Most High. He will try to change their sacred festivals and laws, and they will be placed under his control for a time, times, and half a time." - Daniel 7:25 (New Living Translation)

Namun Iblis bukan saja hendak menguasai dan mengubah teritori wilayah, melainkan juga menguasai dan mengubah teritori waktu. Alih-alih seharusnya manusia menggunakan almanak awal yang dari Tuhan, yakni almanak Ibrani, Iblis bermuslihat di antara bangsa-bangsa melalui cara berpikir, budaya dan kearifan lokal untuk menuntun manusia membuat almanak dalam berbagai versi. Di antaranya adalah almanak Masehi (Julian / Gregorian), almanak China, almanak Jawa, almanak Hindu, almanak Islam dan sebagainya. Masing-masing memiliki kepala tahun (tanggal 1 bulan 1) dan hitungan tahun yang berbeda-beda. 

Almanak China memiliki dua versi, versi pertama kali lahirnya bangsa China yang sudah berjalan 4700-an tahun, dan versi China bersatu di bawah kepemimpinan dinasti Qin yang sudah berjalan hampir 26 abad. Almanak Islam sudah berjalan 1400-an tahun, Almanak Hindu 1300-an tahun, almanak Masehi sudah 2015 tahun dan sebagainya. Padahal Kepala Yang Sejati adalah Tuhan Elohim, Sang Pencipta Langit dan Bumi.

Iblis mengubah atau menciptakan berbagai versi penghitungan waktu tentu bukan sekedar iseng, melainkan untuk menjauhkan kita dari pengenalan yang benar akan grand design yang sejati dari Tuhan sekaligus untuk menerapkan berbagai agenda jahatnya. Dan sama seperti para penguasa wilayah, maka para penguasa waktupun ada di bawah kendalinya dengan berbagai intrik dan manifestasi yang ada, terutama melalui astrologi dan berbagai ramalan lainnya. Jangan lupa bahwa Lucifer memiliki kemampuan melihat masa depan hingga batas tertentu.

Dalam kasus almanak China inipun intinya sama saja, walaupun kita sudah mengerti dan tidak lagi mau melihat ramalan atau astrologi yang menyertai di setiap tahun baru Imlek, tetap saja para penguasa waktu dari almanak China ini memiliki dasar berpijak. Jadi ketika kita menyambut tahun barunya, sebenarnya kita juga menyambut para penguasa tersebut sekaligus agenda si jahat sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebab dasar perhitungan almanak inipun sudah cacat dan tidak sesuai dengan grand design awal yang dari Tuhan.

Lalu apa yang bisa saya lakukan? Sampai pada titik tertentu saya sudah tidak lagi mengucapkan selamat tahun baru Imlek kecuali kepada Ibu yang melahirkan saya dan nenek saya, kebetulan mereka belum menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan. Sedangkan kepada yang lainnya saya sama sekali tidak membalaskan ucapan yang sama, terutama pada saat menerima kunjungan dari beberapa kerabat yang memang jarang bertemu kecuali di hari tahun baru tersebut. Selain itu juga sepakat melakukan peperangan rohani dengan para pasukan Tuhan lainnya sesuai aturan yang berlaku bahwa setiap pergantian tahun merupakan waktu berperang, melakukan berbagai tindakan profetik dan sebagainya (2 Samuel 11:1, 1 Raja-Raja 20:22, 2 Raja-Raja 13:20, 2 Tawarikh 24:23, 36:10). Ini saya lakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan cinta saya kepada Tuhan karena anugerah-Nya yang membawa pengenalan saya kepada-Nya sampai sedemikian rupa.

Di sisi lain, saya berusaha mempelajari grand design yang awal itu, yakni almanak Ibrani (Hebrew calender). Karena di sanalah terdapat hati dan rencana-Nya sejak semula. Itu sebabnya bagi saya, perayaan Paskah sejati bukanlah setiap Jumat Agung (versi Masehi & Katholik Roma), melainkan setiap tanggal 14 - 17 bulan Nisan di tiap tahun Ibrani. Ini merupakan salah satu contoh dari sekian banyak perayaan yang sesungguhnya kita sebagai umat-Nya sudah banyak keliru secara turun temurun.

Almanak Ibrani BUKAN milik bangsa Yahudi atau Israel. Almanak Ibrani adalah grand design Tuhan sejak awal yang telah ada bahkan sebelum lahirnya umat pilihan tersebut. Sedangkan almanak Masehi dipakai secara internasional sebagai reward dari Injil yang diberitakan mulai dari masa penjajahan Romawi. 

Sekali lagi tulisan ini tidak mengajak Anda untuk mengikuti langkah saya menyikapi tiap tahun baru Imlek, melainkan untuk menginspirasi Anda untuk mengenal akan Tuhan lebih lagi. Tuhan memberkati. Shalom. Amin.

Friday, February 20, 2015

Whiplash Dan Kabod

Tidak ada yang lebih menggembirakan dalam hidup seorang beriman selain ia mencapai greatness yang memang sudah Tuhan tetapkan dalam hidupnya, setelah menempuh perjalanan yang begitu panjang dan mengerikan bersama dengan Tuhan. Dalam suratnya yang kedua kepada Timotius, Paulus berkata, "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman." Garis akhir, selesai, finish, itulah impian sekaligus target semua peserta pertandingan. Dan kita hidup memang dalam pertandingan iman lintas zaman.

Dan tidak ada hal yang lebih menakutkan dalam hidup seorang beriman selain ia mendapati bahwa keadaan di sekitarnya kelihatan buntu dan jiwanya pun dirasa telah begitu lelah disertai asa yang hampir putus. Berjalan namun menjadi lelah, berlari namun menjadi lesu dan tidak tahu kapan semuanya akan berakhir. Semakin banyak melangkah justru situasi terasa makin jauh dari solusi yang diharapkan.


Secara pribadi dan sebagai pecinta film, Tuhan seringkali memakai film-film yang saya tonton untuk berbicara kepada saya, untuk mengungkapkan sebuah pesan tertentu maupun membawa saya lebih lagi dalam pengenalan akan Dia. Dan di antara semua film yang ada, film Whiplash arahan sutradara Damien Chazelle merupakan film yang begitu istimewa bagi saya pribadi, khususnya untuk masa-masa penentuan seperti tahun ini. 

Jika membaca dari sinopsis singkat mengenai film ini di situs www.21cineplex.com, disebutkan:

"Andrew Neyman (Miles Teller) adalah seorang drummer muda berbakat. Keinginanannya menjadi sukses membawanya pada sebuah perjuangan yang tidak mudah. Untuk memperdalam ilmunya, Andrew belajar lagi di sebuah sekolah yang dipimpin oleh seorang profesor musik bernama Terence Fletcher (JK Simmons) yang memiliki metode mengajar yang keras. Tidak mudah bagi Andrew untuk melewati metode sang profesor. Berhasilkah Andrew?"

Bagi saya, Tuhan tidak pernah bicara begitu gamblang, rinci, terstruktur sekaligus intens sepanjang awal hingga akhir film seperti di film Whiplash ini. Dengan pertolongan Roh Kudus, saya dimampukan untuk memahami kehendak Yesus yang selama ini sering kali saya gagal paham. Dalam film tersebut dianalogikan bagaimana pertama kali kita bertemu Tuhan, bagaimana Tuhan memanggil kita, bagaimana Tuhan mendidik kita, bagaimana Tuhan memilih kita, bagaimana kita harus merespon dan mempersiapkan diri kita sampai akhirnya kita menyadari apa yang sesungguhnya Tuhan kejar, apa yang sesungguhnya Tuhan cari di dalam diri kita.

Pada akhir film tersebut, Tuhan Yesus hanya berkata begini, "Sekarang kamu sudah bisa paham akan apa yang selama ini Aku cari dari dirimu?"

Dan sungguh detik itu juga, masih di dalam bioskop sampai melihat credit title mulai berjalan, saya bertobat dan sungguh merasa malu yang amat sangat terhadap Tuhan karena selama ini saya masih mencoba memberontak dan berusaha mencari celah untuk menghindar terhadap proses didikan-Nya. Dalam sekejap saya mendapati betapa bodoh dan konyolnya diri saya selama ini berani mengeluh dan mencari berbagai alasan atas semua kebaikan kasih dan didikan-Nya buat saya.

Apa yang sesungguhnya Tuhan cari dari diri kita? Jawabannya hanya satu, yakni menjadi tempat atau wadah untuk menyatakan kemuliaan-Nya (baca: Maximum Kabod), sebab kita diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya, namun karena dosa dan kedagingan kita maka hal itu membutuhkan proses yang bisa menjadi berkepanjangan. 

Dan apakah yang seringkali menghalangi proses Tuhan dalam diri kita? Jawabannya pun hanya satu, PRIDE (kebanggan diri sendiri), termasuk di dalamnya adalah kebenaran versi diri sendiri, selera pribadi, egoisme, agenda pribadi, pertimbangan-pertimbangan dan sebagainya. Bahkan hanya sekedar bertanya, "Kenapa begini, Tuhan?" itupun sudah bentuk kesombongan, sebab pada saat kita mengucap demikian sesungguhnya kita sudah mempertanyakan kehendak-Nya yang sempurna. Mempertanyakan itu sama dengan meragukan, karena kita merasa bahwa diri kita yang lebih benar daripada kehendak Tuhan.

Setelah film inipun Tuhan masih berfirman, "Ketika kamu merasa proses ini terlalu berat dan kamu terus menerus mengeluh sambil bertanya: kenapa begini atau kenapa begitu, Aku pastikan hal itu karena kamu belum bisa tuntas melepaskan pride kamu sendiri!"

Jadi saran saya, jika Anda memiliki waktu luang di weekend kali ini, ajaklah orang-orang yang Anda kasihi, nikmatilah Whiplash sebagai sarana hiburan sekaligus pembelajaran yang akan memperlengkapi hingga kemuliaan-Nya dinyatakan melalui kita. Tuhan memberkati. Amin.

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.