Thursday, June 16, 2016

Menanti Rapture Sampai 2023

Kita telah pelajari bahwa Hari Pengangkatan (Rapture) adalah Rosh Hashanah, lalu dapatkah kita mengetahui, Rosh Hashanah tahun berapakah hal itu akan terjadi? Memang sudah begitu banyak penafsiran akan tahun di mana hari yang misterius ini akan terjadi, dan sebenarnya semua penafsiran hitungan tersebut tidak ada yang salah. Namun karena Cawan Jiwa-Jiwa, yakni jumlah orang dari bangsa-bangsa lain yang menerima Injil, belum terpenuhi, maka masa lawatan dan tuaian jiwa-jiwa terbesar belum kunjung terjadi (Roma 11:25). Dan akibatnya Rapture pun telah mengalami penundaan beberapa kali.

Sebelum membahas rincian berbagai ayat firman dan penafsirannya, hendaklah diketahui bahwa akhir dari zaman Gereja Tuhan telah ditentukan, yakni 2017. Hal itu telah saya muat di tulisan yang terdahulu, 5777 & 2017 Dalam Sekilas Perenungan: Akhir Dari Zaman Gereja Tuhan. Tepat 1 Nisan 5777 atau 28 Maret 2017 kemungkinan dimulainya 7 tahun Masa Tribulasi besar. Dan keadaan setelah tahun itu sungguh merupakan peperangan rohani sekaligus penuaian jiwa-jiwa yang paling intens dan sengit melalui berbagai cara penginjilan di bangsa-bangsa hingga tibanya Rapture.

Pelataran Yang Tergadaikan

"Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: 'Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya.' Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya." - Wahyu 11:1-3

"Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya." - Wahyu 12:6

Dikatakan bahwa bangunan Bait Suci Tuhan masih dipertahankan, namun bagian pelatarannya diserahkan kepada bangsa-bangsa lain untuk diinjak-injak. Kapankah bagian halaman tersebut mulai diinjak-injak? Dome of The Rock dan Masjid Al Aqsa mulai didirikan pada tahun 688 Masehi, dan posisinya tepat di atas pelataran Bait Suci ke-2 yang runtuh pada tahun 70 Masehi. Pendirian kedua bangunan tersebut merupakan salah satu bagian penggenapan secara fisik dari apa yang telah dinubuatkan 6,5 abad sebelumnya. Dan setelah pendirian dua situs Islam itu dibangun, dikatakan ada masa berkabung selama 1,260 hari. Namun karena hal ini juga termasuk masa penghukuman kaum Israel karena menolak Sang Mesias dan Injil Kristus, maka berdasarkan Yehezkiel 4:5-6, 1,260 hari dapat diinterpretasikan sebagai 1,260 tahun.

"Beginilah Aku tentukan bagimu: Berapa tahun hukuman kaum Israel, sekian harilah engkau menanggung hukuman mereka, yaitu tiga ratus sembilan puluh hari. Kalau engkau sudah mengakhiri waktu ini, berbaringlah engkau untuk kedua kalinya, tetapi pada sisi kananmu dan tanggunglah hukuman kaum Yehuda empat puluh hari lamanya; Aku menentukan bagimu satu hari untuk satu tahun." - Yehezkiel 4:5-6

Jadi jika kita menambahkan 1,260 tahun dari tahun 688 maka kita akan mendapati tahun kemerdekaan negara Israel yang kembali berdiri, yakni tahun 1948. Perkabungan selama 1,260 tahun mulai berkurang ketika Tuhan mulai menggenapi firman-Nya dengan mengukuhkan kembali eksistensi negara Israel yang telah hilang selama hampir 19 abad.

Tidak hanya itu, jika menghitung dengan sistem kabisat, maka 1,260 hari atau 42 bulan atau 3,5 tahun memiliki 1,279 hari. Dan jika ditambahkan 1,279 tahun dari tahun 688, maka kita akan mendapati tahun 1967, yakni tahun reunifikasi Yerusalem dengan Israel melalui Perang 6 Hari di awal Juni 1967.

Posisi Dan Identitas Dua Saksi Elohim

Mungkin ada yang bertanya, jika nubuatan yang tertulis di Wahyu 11:1-3 dapat diinterpretasi seperti itu, maka bagaimana dengan Dua Saksi Elohim yang ditugaskan mengawal selama 1,260 tahun itu? 

"Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam." - Wahyu 11:4

Dua Saksi tersebut adalah dua pohon zaitun dan dua kaki dian, siapakah mereka? Kaki dian tak lain adalah Jemaat Tuhan atau Gereja Tuhan (Wahyu 1:20) sedangkan pohon zaitun tak lain adalah Israel (Roma 11:24-36 & Yeremia 11:16). Keduanya telah ada jauh sebelum pelataran Bait Suci diinjak-injak. Mengapa demikian? Sebab sejak Dome of The Rock mulai dibangun di bagian pelataran, sesungguhnya Tuhan hendak berkata bahwa si Pembinasa Keji itu telah berdiri tepat di depan Bait Suci dan siap untuk menduduki dan menyatakan diri sebagai Allah.

Menanti Rapture Sampai 2023

"Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman. Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya. Sejak dihentikan korban sehari-hari dan ditegakkan dewa-dewa kekejian yang membinasakan itu ada seribu dua ratus dan sembilan puluh hari. Berbahagialah orang yang tetap menanti-nanti dan mencapai seribu tiga ratus tiga puluh lima hari. Tetapi engkau, pergilah sampai tiba akhir zaman, dan engkau akan beristirahat, dan akan bangkit untuk mendapat bagianmu pada kesudahan zaman." - Daniel 12:9-13

Tidak ada peristiwa yang lebih signifikan bagi Israel pada tahun 1978 (688 + 1290) selain Perjanjian Camp David. Perjanjian damai yang diprakarsai oleh Presiden Amerika Serikat saat itu, Jimmy Carter, untuk kedua pihak, yakni Israel (PM Menachem Begin) dan Mesir (PM Anwar Sadat). Perjanjian ini berdampak luar biasa baik, namun harus dibayar oleh nyawa kedua tokoh Timur Tengah itu.

Yang paling menarik adalah kalimat nubuatan Kitab Daniel yang tertulis, "Berbahagialah orang yang tetap menanti-nanti dan mencapai seribu tiga ratus tiga puluh lima hari." Jika kita tambahkan 1,335 tahun dari tahun 688, maka kita akan dapati tahun 2023. Dengan kata lain, penafsiran nubuatan ini hendak berkata bahwa berbahagialah mereka yang tetap menanti-nantikan akhir dari semua kekejian ini sampai tahun 2023.

Pada awal April 2015 lalu, menjelang blood moon ke-3 dari rangkaian Tetrad Blood Moons yang teranyar 2014 - 2015 lalu, saya telah menyatakan, melalui artikel yang berjudul Yang Dipersingkat, bahwa Maret 2017 akan dimulai 7 tahun Masa Tribulasi Besar, dan Rapture yang berlaku adalah Mid-Tribulasi dan BUKAN Pre-Tribulasi. Namun Mid-Tribulasi TIDAK HARUS terbagi rata 3,5 tahun : 3,5 tahun, bisa saja 4,5 tahun : 2,5 tahun, atau 5,5 tahun : 1,5 tahun, atau yang paling ekstrim 6,5 tahun : 0,5 tahun. Dan jika benar skenario yang harus terjadi adalah skenario yang paling ekstrim, maka 6,5 tahun dari Maret 2017 adalah September 2023. Sebab bagian yang dipersingkat yang tertulis dalam Matius 24:21-22 bukanlah jarak waktu dari sekarang hingga Rapture nanti, sebaliknya adalah jarak waktu dari Rapture sampai Second Coming (Kedatangan Anak Manusia Yang Kedua).

Apakah Rapture bisa terjadi lebih cepat daripada 2023? Tentu saja, terutama jika Cawan Jiwa-Jiwa terisi lebih cepat penuh, semakin cepat penuh cawan tersebut, semakin cepat pula Rapture terjadi. Dapatkah Rapture terjadi lebih lambat daripada 2023? Mungkin saja, jika 7 tahun Masa Tribulasi Besar diundur. Namun siapa yang sanggup bertahan pada hari-hari yang semakin jahat itu?

Daftar referensi:

http://watchfortheday.org/thedome.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Islamization_of_Jerusalem
http://goldengateindonesia.blogspot.co.id/2010/10/two-witnesses-of-revelation-dua-saksi.html
http://www.maetos.com/wp/?p=201

Tuesday, June 14, 2016

Mimpi Peringatan - 13 Juni 2016

Aku mimpi sedang pergi berempat dalam proses mencari tempat aku jalannya berdua dengan seorang temanku dan sepertinya kami jalan dalam gang-gang kecil. Mendadak, entah bagaimana, banyak jalan ditutup dan kami tetap masuk walaupun jalan-jalan tersebut ditutup. Ketika jalan lebih jauh ke tempat yang ditutup itu di satu tempat kami melihat dua orang ditembak di depan kami oleh satu orang dan rupanya jalan yang ditutup itu adalah pengaturan dari teman-teman si penembak dan jumlahnya banyak dan terlihat professional. Saat jalan aku sangat tahu bahwa mukaku tertutup pakai masker dan rambutku dikuncir. Mungkin yang keliatan jelas rekan yang jalan bersamaku. 

Karena tidak sengaja melihat penembakan itu kami langsung lari melewati barikade orang-orang, sebelum mereka sadari keberadaan kami. Dan kami bisa lolos, namun tidak hanya sampai di situ. Kemudian kami pergi lagi berempat ke suatu daerah dan tidak tahu di situ kami dicegat dan dikejar karena sepertinya banyak informan atau mata-mata mereka dan kami mencoba meloloskan diri lewat jalan lain..

Balik berdua lagi, karena lelah mau istirahat tapi tidak mau balik ke tempat tadi. Maka kami cari tempat nginep baru, yang tengah kota di Supreme Hotel, Orchard. Di sini aku yakin kejadiaannya di Singapura karena aku sebelumnya jalan lewatin hotel lain untuk tiba di Supreme Hotel Orchard karena posisinya memang aku kenali begitu. Hotelnya tidak mewah tapi cukup sekedar beristirahat. Dapat kamar di posisi lantai atas tapi bingung karena barang-barang kami tertinggal di hotel sebelumnya dan jika kami keluar, kami sadar akan diketahui para pemburu tadi. Bahkan ketika berpapasan dengan orang pun kami curiga apakah itu orang mereka yang sedang mencari kami.

Penafsiran:

Masa-masa terakhir sebelum Masa Tribulasi Besar terjadi, peperangan rohani akan semakin gencar and agen-agen kuasa gelap mau menunjukkan kuasanya, mereka banyak membunuh jiwa-jiwa sehingga mereka memenuhi standar merebut jiwa-jiwa ke Neraka, mereka juga berusaha menjegal anak-anak Tuhan untuk sampai ke destiny-nya masing-masing. Setiap jalan ditutup, teror, ketakutan, kekecewaan menyebar supaya mereka tidak sampai kepada destiny-nya.

Setiap kita tidak bisa memikirkan hidup kita sendiri, mungkin kita ketinggalan atau meninggalkan barang-barang kita di tempat kita (hotel) dan kita hanya bisa membawa hanya apa yang ada pada tubuh kita. Jadi kita tidak boleh egois dengan memikirkan diri kita sendiri, saling unity dan menjadi penjaga saudara-saudara kita. Bergerak bersama Tuhan dan bergerak bersama-sama sesuai tuntunan bahkan instruksi Roh Kudus.

About Windunatha

My Photo
Destined to become prosperous and famous. But still learning to be happy and keep struggling to be an increasingly willing servant who dies more and more to self. A Dreamer Of Isaiah 60 fulfillment for Indonesia and by the grace of God, will witness and finish them all.