Monday, August 11, 2014

Mendengarkan Tuhan


Many people do not understand how it works. The Heart is that part in us that is called by the Lord, the spirit, or man's spirit. It is in this spirit that God's Spirit does come into and make his home, now, in this new covenant day. Paul called the heart or spirit of man, THE NEW MAN. That the spirit of man has been made new is a fact because ALL THINGS BECAME NEW when Jesus Christ saves us all. Then, according to Ephesians 1:13-14 we have all received the earnest of the Spirit (down payment to our eternal salvation) of God upon salvation. HE LIVES INSIDE THE HEART OF MAN....."THE SPIRIT OF MAN IS THE TEMPLE OF THE LORD".

Banyak orang tidak mengerti bagaimana hal itu bekerja. Hati adalah bagian di dalam kita yang disebut oleh Tuhan, sebagai roh atau roh manusia. Maka di dalam roh kita inilah bahwa Roh TUhan datang masuk dan menjadikan rumah kediaman-Nya, sekarang, di masa perjanjian baru. Rasul Paulus menyebutnya hati atau roh manusia, MANUSIA BARU. Bahwa roh manusia telah dijadikan baru adalah sebuah fakta karena SEGALA HAL MENJADI BARU ketika Yesus Kristus menyelamatkan kita semua. Kemudian, mengacu pada Efesus 1:13-14 kita semua telah menerima sungguh-sungguh Sang Roh (uang muka / jaminan kepada keselamatan kekal) dari Tuhan pada keselamatan. IA HIDUP DI DALAM HATI MANUSIA ... "ROH MANUSIA ADALAH BAIT-NYA TUHAN."

Ephesians 4:24 - "And that ye put on the new man, which after God is created in righteousness and true holiness."

"Dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya." - Efesus 4:24

This being the case, WHEN YOU PRAY it is not wrong to listen to the Heart because the Heart is your spirit which has been renewed with HIS PRESENCE AND SPIRIT. Thus the Mind of Christ is in us.

Ini menjadi kasus, KETIKA KITA BERDOA bukanlah hal yang salah untuk mendengarkan hati kita karena hati kita adalah roh kita yang telah dibaharui dengan HADIRAT DAN ROH-NYA. Itulah Pikiran Kristus yang di dalam kita.

Now let me show you some scriptures to back up that which I have said:

Sekarang mari kita lihat beberapa ayat yang mendukung:

Proverbs 20:27 - "The spirit of man is the candle of the LORD, searching all the inward parts of the belly."

"Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya." - Amsal 20:27

Psalm 37:4 - "Delight thyself also in the LORD: and he shall give thee the desires of thine heart."

"Dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu." - Mazmur 37:4

Mark 11:23-24 - "For verily I say unto you, That whosoever shall say unto this mountain, Be thou removed, and be thou cast into the sea; and shall not doubt in his heart, but shall believe that those things which he saith shall come to pass; he shall have whatsoever he saith. Therefore I say unto you, What things soever ye desire, when ye pray, believe that ye receive them, and ye shall have them."

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu." - Markus 11:23-24

According to the Scripture above and thought from Scripture, THE HEART OR SPIRIT OF MAN IS THE CANDLE (LIGHT) OF THE LORD, THEREFORE YOU CAN LISTEN TO THE HEART OR YOUR SPIRIT, WHERE THE HOLY SPIRIT LIVES...*** And If you will DELIGHT IN THE LORD, the promise is: I WILL GIVE YOU THE DESIRES OF YOUR HEART OR SPIRIT. And WHOSOEVER will SAY ... (In Faith based upon NO DOUBT) IN YOUR HEART OR SPIRIT, will "HAVE THEM" saith the Lord.

Berdasarkan ayat dan gagasannya di atas, HATI ATAU ROH MANUSIA ADALAH PELITA (TERANG) TUHAN, ITU SEBABNYA KITA BISA MENDENGARKAN HATI ATAU ROH KITA, TEMPAT ROH KUDUS HIDUP. *** Dan jika kita BERGEMBIRA DI DALAM TUHAN, janji-Nya adalah: AKU AKAN MEMBERIKAN KEPADAMU APA YANG DIINGINKAN HATIMU. Dan BARANGSIAPA akan BERKATA ... (Dalam iman dan TANPA RAGU) DI DALAM HATI ATAU ROHMU, akan "MENERIMANYA" kata Tuhan.

*** NOTE THIS: MANY ARE SAYING: DO NOT LISTEN TO YOUR HEART (SPIRIT) BUT LISTEN TO THE LORD. But is NOT RIGHT TO SAY THAT, because if you believe that, YOU WILL LIVE IN CONFUSION... NOT UNDERSTANDING TO HEAR THE LORD because he is IN THE HEART OR SPIRIT. He that does then, the Scriptures tell us, MUST WORSHIP HIM IN SPIRIT AND TRUTH.

*** CATAT INI; BANYAK YANG BERKATA: JANGAN DENGARKAN HATIMU (ROHMU) TAPI DENGARKAN TUHAN. Namun HAL ITU TIDAK BENAR, karena jika kita percaya demikian, KITA AKAN HIDUP DALAM KEBINGUNGAN, TIDAK MEMAHAMI UNTUK MENDENGARKAN TUHAN karena Ia berada DI DALAM HATI ATAU ROH KITA. Ia yang melakukan itu, Alkitab berkata, HARUS MENYEMBAH DIA DALAM ROH DAN KEBENARAN.

Now let me say, from experience talking with the Lord and hearing his voice. *** THERE IS A DIFFERENCE IN THE (VOLUME OR SOUND) IN THE VOICE OF THE HEART OR SPIRIT OF MAN (which does speak) ..... THAN THE VOICE OF THE HOLY SPIRIT. I can recognize and know that voice as being my spirit speaking because the voice will be A STILL SMALL VOICE. When hearing the spirit within it will speak oh so quietly and I really have to listen and not have any interference, or I will not fully hear. But, WHEN THE VOICE OF THE HOLY SPIRIT HIMSELF SPEAKS... He is much LOUDER. I always know when HE IS SPEAKING, because I can hear him very clearly and understand. But he the Holy Spirit does not always speak to me. I will hear my spirit say (MANY TIMES NOT ALL), PRAY IN TONGUES. Then I know that the HOLY SPIRIT WILL TAKE UP THE TONGUES AND PRAY FOR ME GIVING UNDERSTANDING, EVEN MYSTERIES REVEALED. I will hear the Tongues coming up, and I repeat them in prayer. When I do then I HEAR HIM SPEAKING INTERPRETATION OF THOSE TONGUES. I do then continue to have a conversation with the Holy Spirit. This understanding of HEARING THE HOLY SPIRIT HAS GROWN THROUGH RELATIONSHIP over time and experience. I have HEARD HIM SPEAKING many times after I begin praying without speaking in Tongues. But when it is hard to hear but only my spirit and not him, I PRAY IN TONGUES, then the breakthrough comes.

Sekarang mari saya jelaskan, melalui pengalaman berbincang dengan Tuhan dan mendengar suara-Nya. *** ADA SEBUAH PERBEDAAN ANTARA DALAM SUARA HATI ATAU ROH MANUSIA (yang berbicara) ... DENGAN SUARA ROH KUDUS. Saya bisa mengenali dan mengetahui suara tersebut sebagaimana roh saya berbicara karena suara tersebut akan TETAP SEBUAH SUARA KECIL. Ketika mendengarkan roh manusia di dalamnya akan berbicara begitu tenang / pelan dan saya sungguh harus mendengar dan tidak boleh ada interfensi apapun, atau saya takkan bisa mendengar seutuhnya. Namun, KETIKA SUARA ROH KUDUS SENDIRI YANG BERBICARA, Ia bicara LEBIH KERAS. Saya selalu tahu ketika IA SEDANG BICARA, karena saya dapat mendengar-Nya dengan jelas dan paham. Namun Roh Kudus tidak selalu bicara kepada saya. Saya akan mendengarkan roh saya berkata (BANYAK KALI NAMUN TIDAK SELALU), BERDOA DALAM BAHASA ROH. Kemudian saya tahu bahwa ROH KUDUS AKAN MERESPON BAHASA LIDAH DAN BERDOA UNTUK SAYA DAN MEMBERIKAN PEMAHAMAN, BAHKAN PENGUNGKAPAN BANYAK MISTERI. Saya akan mendengar bahasa lidah muncul, dan saya mengulang dalam doa. Ketika saya lakukan kemudian SAYA MENDENGAR-NYA BERBICARA INTERPRETASI ATAS BAHASA LIDAH TERSEBUT. Saya kemudian melanjutkan dengan sebuah percakapan dengan Roh Kudus. Pemahaman akan MENDENGAR ROH KUDUS TELAH BERTUMBUH MELALUI HUBUNGAN dari waktu ke waktu dan pengalaman. Saya telah MENDENGAR-NYA BICARA banyak kali sesaat setelah saya mulai berdoa tanpa berbahasa lidah. Namun ketika sulit untuk mendengar namun hanya roh saya dan bukan Roh-Nya, SAYA TERUS BERDOA DALAM BAHASA LIDAH, kemudian terobosan terjadi.

Jesus said in John 10:4-5 - "And when he putteth forth his own sheep, he goeth before them, and the sheep follow him: for they know his voice. And a stranger will they not follow, but will flee from him: for they know not the voice of strangers."

"Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal." - Yohanes 10:4-5

Every Child of God who is born of the Spirit and has THE SPIRIT OF GOD INSIDE HIM OR HER, can and will hear Him. If you hear the spirit of your inner man who HE LIVES IN AND IS CREATED A NEW CREATURE, you are hearing from the Lord. Yet, I say this, YOU CAN HEAR HIM DIRECTLY because HE SPEAKS LOUDLY. I believe many do not hear because they do not get quiet and come seeking his face (a very intimate relationship where you come JUST TO HEAR HIS VOICE AND TO LOVE HIM AND HE LOVE YOU).

Setiap anak Tuhan yang lahir dari Roh-Nya dan memiliki ROH TUHAN DI DALAMNYA, dapat dan akan mendengarkan suara-Nya. Jika kita dapat mendengar roh dari manusia batiniah kita yang DI DALAMNYA IA HIDUP DAN MENCIPTAKAN SEBUAH CIPTAAN BARU, kita sedang mendengarkan Tuhan. Bahkan, saya dapat berkata, KITA DAPAT MENDENGARKAN DIA SECARA LANGSUNG karena IA BERBICARA NYARING. Saya percaya banyak yang tidak mendengar karena mereka tidak menjadi tenang dan tidak mencari wajah-Nya (sebuah hubungan yang intim dimana kita datang HANYA UNTUK MENDENGAR SUARA-NYA DAN UNRUK MENGASIHI DIA DAN DIA MENGASIHI KITA).

Now I will add to this note by saying, I HAVE NOT ONLY HEARD MY SPIRIT, AND THE HOLY SPIRIT SPEAKING, but I have heard JESUS SPEAKING as well. When Jesus Speaks HIS VOICE IS MUCH DIFFERENT and I recognize him. He has come to me and spoken to me on various occasions, and it has been most wonderful to talk with him. Jesus is so kind and so very loving. 

One night he came to my bedside. It was three in the morning and I felt his hand on my ankle (through the cover to touch me) and he shook me and said, "YOU MUST BE CONSISTENT TO PRAY. I AM HERE LET US TALK."

I got up and put on my clothes and went into the living room. IMMEDIATELY I HEARD HIM SAY, "I AM JESUS, I TELL YOU, I AM." 

I asked him, "Lord, why can I not now see you?"

He said, "There is a reason (I know now why) you will not see me now, but YOU WILL LATER."

Well I did see him later one night when I was caught up out of my body. He was standing in the beautiful sky and He walked right up to me and looked into my eyes. There have been other times too I have heard him speaking. Like the time He literally stepped into my body and HE BEGIN TO SPEAK AND MOVE WHILE I WAS PREACHING. It definitely was not me who was walking or speaking, BUT I KNEW IT WAS JESUS HIMSELF WHO WAS THERE TO TALK TO ME AND ALL HIS PEOPLE.

Sekarang saya tambahkan dalam tulisan ini dengan mengatakan, SAYA TIDAK HANYA MENDENGAR ROH SAYA DAN ROH KUDUS BERBICARA, namun saya juga mendengar YESUS BERBICARA juga. Ketika Yesus berbicara SUARA-NYA BERBEDA dan saya mengenali-Nya. Ia datang kepada saya dan berbicara kepada saya dalam berbagai kesempatan, dan hal itu merupakan saat terindah berbicara dengan-Nya. Yesus begitu baik dan amat mengasihi.

Suatu malam Ia datang ke tepi ranjang saya. Itu jam 3 pagi dan saya merasakan tangan-Nya di mata kaki saya (melalui bed cover untuk menyentuh saya) dan Ia mengejutkan saya dan berkata, "KAMU PASTI BEGITU KONSISTEN UNTUK BERDOA. AKU DI SINI SEKARANG, MARI KITA BICARA."

Saya bangkit dan mengenakan pakaian dan pergi ke ruang keluarga. SEGERA SAYA DENGAR IA BERKATA, "AKU YESUS, KUKATAKAN KEPADAMU, AKULAH DIA."

Saya tanyakan Dia, "Tuhan, mengapa aku tidak dapat melihat-Mu sekarang?"

Dan Ia berkata, "Ada sebuah alasan (sekarang saya tahu alasannya) kamu tidak dapat melihat-Ku sekarang, namun NANTI KAMU AKAN MELIHAT."

Dan akhirnya saya melihat-Nya kemudian pada suatu malam, ketika saya mendapati roh saya keluar dari tubuh. Ia berdiri di langit yang indah dan Ia berjalan ke saya dan menatap kedua mata saya. Ada suatu waktu lainnya, saya juga menndengar-Nya bicara. Seperti saat Ia secara nyata melangkah masuk ke tubuh saya dan IA MULAI BERBICARA DAN BERTINDAK KETIKA SAYA SEDANG BERKOTBAH. Itu tentu bukan saya yang berjalan atau berbicara, NAMUN SAYA TAHU ITU YESUS SENDIRI YANG BERBICARA KEPADA SAYA DAN SEMUA JEMAAT-NYA.

Then, let me say, there have been times I fully believe I HAVE HEARD THE FATHER because of the BOOMING VOICE and totally AWESOME PRESENCE WHICH SENT ME SOARING. When In the desert I was on the mountain and was caught up to stand before Him. IT WAS A MOST AWESOME EXPERIENCE TO SAY THE LEAST. When the Father was talking I was literally flying and everything around me was moving, and moving, around and around, and I felt as if I was literally INSIDE HIM. I know now that WHEN YOU TALK WITH THE FATHER YOU WILL NOT SEE HIM because HE IS EVERYWHERE AND YOU WILL BE LITERALLY IN HIM. That day the whole top of the mountain did go around and around. I heard him speaking, but not only that. I HEARD AND FELT HIS VERY HEART AND I FELT HIS COMPASSION AND LOVE. That experience with the Father CHANGED ME FOREVER. That was my Encounter with the Father. I came down from the mountain and could not talk (speak) without laughing and crying so profusely that I could not tell anyone about the experience for over 3 months. Everyone thought I had suffered a total mental breakdown and that I had lost my mind. I could only say a word or two, then I would break out crying and laughing. Those who stayed to hear me out, bits and peaces, were greatly touched by his Spirit and they too were changed.

Kemudian, ada saatnya saya percaya sepenuhnya SAYA MENDENGAR BAPA karena SUARA-NYA YANG AMAT NYARING dan HADIRAT YANG SUNGGUH MENAKJUBKAN YANG MEMBUAT SAYA MELONJAK. Ketika "di padang gurun", saya ada di gunung dan mendapati diri saya berdiri di hadapan-Nya. ITU SUNGGUH SEBUAH PENGALAMAN YANG AMAT MENGAGUMKAN. Ketika Bapa berbicara, saya sungguh terbang dan segala sesuatu di sekitar saya bergerak dan bergerak, berputar dan berputar, dan saya merasa seakan-akan secara nyata ADA DI DALAM DIA. Saya paham sekarang bahwa KETIKA KITA BERBICARA DENGAN BAPA, KITA TIDAK AKAN MELIHAT-NYA karena IA ADA DI MANA-MANA DAN KITA AKAN SECARA NYATA DI DALAM DIA. Hari itu, seluruh puncak gunung berputar-putar. Saya mendengar-Nya bicara, namun bukan hanya itu. SAYA DENGAR DAN RASAKAN HATI-NYA DAN SAYA RASAKAN KASIH DAN BELAS KASIH-NYA. Pengalaman dengan Bapa hari itu MENGUBAH SAYA SELAMANYA. Itu adalah pertemuan saya dengan Bapa. Saya turun dari gunung dan tidak dapat bicara tanpa tertawa dan menangis begitu deras sehingga saya tidak dapat menceritakan kepada siapapun akan pengalaman itu selama lebih dari 3 bulan. Semua orang berpikir bahwa saya mengalami sebuah kejatuhan mental dan kehilangan akal sehat saya. Saya hanya bisa bicara sepatah atau dua patah kata saja, kemudian saya menjerit menangis dan tertawa. Mereka yang mendengarkan saya, penggalan demi penggalan, dijamah oleh Roh-Nya secara luar biasa dan juga ikut diubahkan.

I know what Moses felt like that day when he stood and watched the Burning Bush burn, then suddenly HE HEARD THE FATHER SAY, "MOSES." I know and understand why, MOSES WAS NEVER THE SAME AFTER THAT, AND HE STOPPED HERDING SHEEP AND WENT TO EGYPT TO SET THE PEOPLE FREE.

Sekarang saya mengerti apa yang dirasakan Musa pada hari di mana ia berdiri dan melihat semak duri yang membara, dan tiba-tiba IA MENDENGAR BAPA BERKATA, "MUSA." Saya tahu dan paham alasannya, MUSA TAKKAN PERNAH SAMA LAGI SEJAK SAAT ITU, DAN IA BERHENTI MENGGEMBALAKAN DOMBA DAN PERGI KE MESIR UNTUK MEMBEBASKAN BANGSANYA.

Ken Dewey
Desert Prophet

Friday, August 8, 2014

6 Hal Untuk Meresponi Destiny Kita

Selain 5 Hal Penting Untuk Memperoleh Kanaan Kita, melalui hamba-Nya, Tuhan sekali lagi memperjelas dan memperdalam maksud-Nya dengan menjabarkan langkah demi langkah supaya apa yang sudah ditakdirkan-Nya bagi kita tergenapi dengan sempurna:

1. Mengenali dengan seutuhnya destiny kita masing-masing. Siapa kita, termasuk impian kita di hadapan-Nya, untuk apa kita ada di dunia ini, apa kehendak-Nya dalam hidup kita dan bagaimana menggenapi kehendak-Nya tersebut hingga Garis Akhir merupakan hal-hal yang sama sekali tidak bisa ditawar supaya kita didapati berkenan hingga pada akhirnya. Dibutuhkan proses yang panjang, dan dalam untuk akhirnya kita yakin bahwa itulah keinginan-Nya juga. 


Banyak orang percaya yang ragu bahkan takut dengan keinginannya sendiri karena takut terjebak dengan perkara kedagingan sehingga akhirnya tidak bisa total dalam memperjuangkan destiny-nya tersebut. Padahal Yakub dengan segala kelicikannya tetap dihargai bahkan dikasihi Tuhan, karena Yakub begitu menghargai sebuah hak kesulungan sebagai milik pusakanya yang dari Tuhan. Ambisi Yakub itu ambisi kudus sekalipun cara-caranya begitu mengerikan dan bukan berarti Tuhan menghalalkan kelicikannya.

Jika itu tidak cukup, maka ketahuilah bahwa Tuhan sering kali menyamarkan keinginan-Nya "atas nama" keinginan kita. Timbulnya keinginan di hati Musa untuk mengunjungi saudara-saudaranya (Kisah Para Rasul 7:23) BUKAN timbul dari dalam hatinya sendiri, keinginan itu justru datang dari luar hatinya, yakni dari Roh-Nya yang kudus.

"Now when he (Moses) was forty years old, it came into his heart to visit his brethren, the children of Israel." - Act 7:23

2. Tentukan dengan siapa kita mau belajar. Setelah kita meyakini panggilan dan destiny kita, carilah dengan tuntunan Roh Kudus-Nya, orang-orang yang kita yakini dapat menolong dan mendukung kita untuk mencapai puncak destiny kita. Jika kita yakin destiny kita sebagai nabi-Nya, cari, doakan, hadapkan serta pelajari nabi-nabi-Nya yang telah sukses. Begitu juga sebagai pengusaha, penginjil, gembala, seniman, guru atau bahkan sebagai rasul-Nya sekalipun. Mintalah divine connection dan hikmat-Nya untuk kita bisa menikmati semua prosesnya itu.

Dan ketika kita telah menemukan para senior yang tepat untuk kita belajar, perlakukan mereka dengan benar. Dibutuhkan hikmat dan karunia khusus untuk bisa membaca dan memperoleh perkenanan para senior kita supaya mereka dapat menjadi saluran berkat seperti yang kita harapkan. Perhatikan cara Yakub memperlakukan Ishak, Yakub memahami kesukaan ayahnya, dan bersama Ribka, ia menyajikan masakan daging yang paling enak bagi Ishak. Begitu juga perempuan Sunem memperlakukan Elisa sebagai abdi Elohim. Dan karena pelayanannya yang begitu excellent, maka Elisa berkenan memberkati perempuan Sunem tersebut hingga akhirnya memiliki seorang putera.

3. Miliki kuasa untuk memotret dengan kuat akan masa depan kita. Jika kita yakin bahwa panggilan dan destiny kita sebagai seorang pengusaha, maka kita harus mampu memproyeksikan diri kita sebagai seorang pengusaha sukses. Dan seberapa tinggi kesuksesan yang hendak dicapai, itu tergantung cara kita memproyeksikan hal itu dalam batin kita. Minta Roh-Nya untuk bicara ke batin kita dan ajaklah jiwa kita bicara dari waktu ke waktu sehingga ada cetakan yang begitu kuat akan sebuah potret kesuksesan yang besar di dalam batin kita. 

4. Kemampuan untuk berjalan selangkah demi selangkah dengan Tuhan. Biar bagaimanapun, perjalanan mencapai puncak destiny merupakan perjalanan dua insan, yakni Tuhan dan diri kita masing-masing. Maka sudah barang tentu kita wajib berjalan seirama dengan setiap langkah-Nya. Yang paling tidak boleh dilakukan adalah menyerahkan semua hal kepada-Nya sementara kita tidak melakukan apa-apa. Ada bagian yang harus Ia lakukan dan selalu ada bagian yang harus kita tuntaskan. Apa yang harus kita lakukan itu haruslah sesuai dengan kehendak-Nya, BUKAN sesuai dengan kehendak kita.

Dengan keselarasan yang indah bersama dengan Tuhan, maka semua yang rohani yang dari pada-Nya akan match (cocok) dengan semua yang jasmani yang kita butuhkan untuk mencapai puncak destiny kita. Dan percayalah bahwa pengutusan-Nya terhadap diri kita itu telah melalui berbagai pertimbangan-Nya yang sempurna, jadi yakinlah bahwa kita pasti sanggup menyelesaikannya sampai tuntas. Tuhan tidak mungkin mengutus seseorang, jika Ia tidak yakin bahwa orang tersebut mampu menyelesaikannya.

5. Semua yang Tuhan berikan adalah benih. Dan dalam anugerah-Nya, kita memiliki kesempatan untuk menumbuhkan, membesarkan serta melipatgandakan benih tersebut hingga maksimal dengan tindakan-tindak yang benar dan pembayaran harga yang tepat. Selama kita setia terhadap semua prosesnya, maka hasil pasti akan dianugerahkan-Nya kepada kita.

6. Jagalah sikap hati kita senantiasa. Sebab setiap momen, setiap hari, setiap waktu, setiap keputusan bahkan setiap kedipan mata bisa menjadi sebuah penentuan atas destiny kita hingga pada kekekalan.

5 Hal Penting Untuk Memperoleh Kanaanmu - Vol. 1

5 Hal Penting Untuk Memperoleh Kanaanmu - Vol. 2