Wednesday, September 17, 2014

Ayin Hey 5775 - Vol. 1: Sang Pengemban Takdir

Sejak pertengahan 2013, Tuhan telah mengatakan bahwa Ayin Hey 5775 dan 2015 akan menjadi Tahun Yang Melampaui Segala Akal (The Year Which Surpasses All Understanding). Dan lebih dari setahun pewahyuan-Nya itu terus menjadi perenungan tersendiri bagi saya. Tahu firman-Nya namun belum sepenuhnya paham. Sering mendengar gemanya namun bukan jaminan mengerti yang dimaksudkan-Nya. Dan ketika saya terus kejar lebih jauh akan maksud pernyataan-Nya yang cenderung misterius itu, Tuhan menegaskan demikian,:


"Selama ini, semua anak-Ku tahu, melihat dan alami anugerah-Ku berkali-kali, dan mudah bagi anak-anak-Ku berkata bahwa semua hanya karena anugerah-Ku, namun hampir tidak ada seorangpun yang benar-benar paham akan anugerah yang sesungguhnya sesuai dengan yang Aku mau. 

Karena pada dasarnya jiwa kalian telah cemar oleh buah dari Pohon Pengetahuan sehingga pada titik-titik tertentu terkadang hal itu dapat berakibat fatal bagi destiny kalian. Akulah Pohon Kehidupan dan Sumber Hayat Sejati, Anugerah Yang Tak Terukur, selama kalian tinggal di dalam Aku dan rhema-Ku tinggal di dalam kalian, maka kalian akan berbuah semakin lebat. Inginkanlah terus didikan-Ku senantiasa lebih dari segalanya, lebih dari berkat atau karunia apapun juga, karena hanya didikan yang akan membuat kalian hidup semakin sesuai dengan yang Kukehendaki.

Pada Ayin Hey 5775 dan 2015 ini, Aku akan membawa banyak dari anak-anak-Ku naik kepada level yang baru, akan ada banyak selubung yang disingkirkan, sehingga ada pengenalan akan Tuhan yang lebih lagi. Aku akan mengadakan perjumpaan demi perjumpaan secara pribadi, sehingga anak-anak-Ku memiliki sikap yang pantas, Kingdom Attitude, yang pada akhirnya menjadikan banyak anak-anak-Ku layak memerintah bersama dengan-Ku. Belajarlah, simaklah lebih lagi, dan tariklah banyak pelajaran semaksimal mungkin dari hamba-hamba-Ku." 

"Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: 'Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak.' Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya: 'Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.'" - Kejadian 17:1-8

Di dalam sejarah manusia, pasangan pertama (dan mungkin pasangan satu-satunya) yang kepada mereka Tuhan tambahkan atau ubahkan dengan unsur Hey (ה) kepada nama mereka adalah Abram (אברם) dan Sarai (שרי), sehingga nama mereka menjadi Abraham (אברהם) dan Sarah (שרה). Hey yang salah satu maknanya berarti Nafas Kehidupan dari Roh-Nya "dihembuskan" kepada Abram dan Sarai sama seperti ketika Tuhan menghembuskan nafas-Nya kepada Adam dan Hawa. Itu sebabnya, Ayin Hey 5775 saya sebut juga sebagai The Breath Giving Year, sekaligus The Breath Taking Year.

Kedua pasangan suami istri ini diberi nafas kehidupan-Nya karena mereka merupakan pokok (pioneer) dari sebuah destiny besar pada zamannya masing-masing. Adam merupakan bapa dari segala umat manusia, sedangkan Abraham merupakan bapa dari sejumlah besar bangsa. Namun jika kita simak lebih jauh ada perbedaan yang begitu mendasar di antara keduanya dalam kaitan dengan penganugerah Hey ini.

Adam memperoleh nafas kehidupan di awal perjalanan destiny-nya dan kemudian ia jatuh ke dalam dosa sehingga harus menanggung akibat yang begitu berat. Sebaliknya Abraham bersama dengan Sarah mengalami kejatuhan lebih dahulu dalam kasus Hagar dan Ismael, barulah kemudian Hey itu diberikan kepada mereka. Dari perbedaan inilah, sesungguhnya Tuhan sudah bicara banyak hal mengenai arti anugerah yang sesungguhnya.

Abram memiliki awal yang istimewa ketika memulai perjalanannya dengan Tuhan secara pribadi. Ia lahir dari keluarga penyembah berhala, bahkan ayahnya adalah seorang penjual patung-patung berhala di Ur. Namun sejak awal Abram telah menentukan sikap untuk tidak mengikuti jejak leluhurnya. Ia memiliki ketetapan iman yang sungguh untuk mengambil sikap yang sama sekali kontra dengan keluarganya. Tidak hanya di situ. Ketika Tuhan menyuruhnya ia keluar dari rumah ayahnya tanpa tahu ke mana akan Tuhan bawa, ia sanggupi tanpa mempertanyakan sedikitpun. Begitu juga ketika ia harus berpisah dengan keponakannya, Lot dan Lot memilih tempat yang kelihatan lebih menjanjikan saat itu, Abram sama sekali tidak membatalkan pilihan Lot. Bahkan ia tetap menyelamatkan nyawa Lot dan keluarganya, ketika mereka tertawan.

Begitu juga dengan kecerdasan rohaninya, Abram memiliki pengertian dan pengenalan akan Tuhan yang sedemikian rupa sehingga ketika Melkisedek datang menyambutnya, ia mempersembahkan sepersepuluh dari seluruh hartanya. Dan ketika raja Sodom menawarkan harta kekayaan yang lain, Abram dengan tegas menolak sambil berkata, "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi: Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasutpun tidak, supaya engkau jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abram menjadi kaya. Kalau aku, jangan sekali-kali!" Sungguh luar biasa.

Dan sebagai balasan atas sikapnya yang demikian istimewa, Tuhan menaikkan lebih lagi levelnya dan mengajaknya membuat sebuah perjanjian yang luar biasa istimewa, yakni sebuah bangsa pilihan lengkap dengan tanah airnya. Namun setelah itu, apa yang dulu pernah dilakukan Hawa terhadap Adam, diulang oleh Sarai kepada Abram. Jika sebelumnya adalah buah dari Pohon Pengetahuan, maka Sarai menyodorkan Hagar kepada Abram. Sampai di sini, kita melihat kejatuhan yang serupa antara Adam dan Abram.

Sarai mulai menyesali perbuatannya, dan ia merasa terhina dengan perubahan sikap Hagar, Sarai tidak langsung bertindak, melainkan melaporkan kepada Abram, yang juga adalah tuannya. Dan hebatnya adalah, Abram sama sekali tidak menyalahkan Sarai dengan membangkit-bangkit kesalahannya ketika dulu menyodorkan Hagar. Abram hanya mengingatkan apa yang menjadi haknya Sarai dan tetap menganggap Hagar sebagai hambanya. Ini sikap yang sama sekali berbeda dengan Adam yang ketika itu menyalahkan Hawa sekaligus Tuhan yang memberikan Hawa kepada Adam. Dan lebih daripada itu, baik Abram maupun Sarai harus menanggung sifat cemburu Tuhan dalam "kebisuan"-Nya selama 13 - 14 tahun.

Dalam "kebisuan" selama belasan tahun, Tuhan mendapati Abram tetap setia dan tidak menjadi kecewa. Hagar, Ismael dan "kebisuan" Tuhan telah membawa didikan yang lebih lagi bagi Abram juga Sarai. Dan ketika Tuhan berkenan tampil lagi di hadapan Abram dan hendak meneguhkan perjanjian-Nya, dengan berkata, "Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak," Abram tidak sumringah dan bersikap jumawa. Justru sebaliknya, ia bersujud di hadapan Tuhan. Dan di sinilah Hey dianugerahkan sebagai jaminan bagi Abraham dan Sarah untuk menggenapi destiny mereka hingga tuntas, sekalipun saat itu keadaan fisik mereka sudah mustahil. Maka kita paham sekarang, bahwa Hey-Nya mampu mengubah sebuah kemustahilan menjadi sebuah keajaiban yang fenomenal!

Sunat Dan Keistimewaan Delapan

Sebagai respon yang tepat atas jaminan yang baru diberikan-Nya, Tuhan mewajibkan sunat bagi Abraham, semua laki-laki yang bersamanya dan semua bayi laki-laki yang lahir di dalam rumahnya. Sunat dituntut Tuhan sebagai fondasi bagi perjanjian-Nya dengan Abraham. Rasul Paulus pernah mengatakan, "Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah." 

Jadi sunat (hati) berbicara tentang pembersihan dan pemurnian dari waktu ke waktu supaya hati kita tetap fokus kepada Tuhan dan tidak menyimpang ketika promosi demi promosi dan berkat demi berkat terus mengalir dalam kehidupan kita. Dengan bersunat hati inilah maka ciptaan yang baru dan segala sesuatu yang baru yang dari Tuhan, akan terus dapat kita nikmati setiap hari sejalan dengan penggenapan destiny kita. Itulah sebabnya, sunat dilakukan pada seorang bayi ketika berumur 8 hari. Bahwa ketika seorang bayi telah menjadi sempurna selama 7 hari pertama, maka dengan bersunat di hari ke-8, bayi tersebut memperoleh awal yang baru (new beginning) sebagai ciptaan yang baru dan yang lama telah berlalu bersama dengan kulit khatannya.

Hadiah terbaik yang dapat kita harapkan dari Tuhan di tahun baru Ayin Hey 5775 dan 2015 ini adalah didikan-Nya lebih dan lebih lagi, sebagai proses penyunatan hati dan jiwa kita dari waktu ke waktu. Dalam didikan terdapat pembaharuan akal budi, pembaharuan mentalitas, pembaharuan cara pandang dan pembaharuan sikap hati. Sebab dalam pembaharuan-pembaharuan inilah, kita menjadi ciptaan baru yang sejati.

Masa Daud & Salomo akan segera menjadi nyata dan dalam sekejap kejadiannya di Ayin Hey 5775 dan 2015 ini. Namun kita tahu bahwa ada perbedaan yang begitu ekstrim antara akhir kehidupan Daud dengan akhir kehidupan Salomo. Padahal dalam Mazmur-nya, Daud hanya merindukan satu hari diam di Pelataran (BUKAN Ruang Kudus maupun Ruang Mahakudus), sedangkan Salomo mendirikan Bait Suci pertama lengkap dengan semua isi dan rinciannya dengan segala kemegahan. Apa yang sesungguhnya hilang dari Salomo, apa yang sesungguhnya Salomo tidak temui dalam segala kemegahannya sehingga jiwanya hampir saja terhilang dalam kemegahannya sendiri?

Salomo adalah sebuah legenda hikmat yang luar biasa, sebab ia memiliki segalanya, ia mengetahui segalanya, dan ia menikmati segalanya. Namun Salomo juga sebuah legenda ironi yang mengerikan, karena dalam segalanya itu, ia malah berkata bahwa segala sesuatunya adalah sia-sia. Lebih lanjut lagi ia mengatakan, "Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: 'Lihatlah, ini baru!'? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada." Salomo tidak menemukan Sang Baru (The New) dalam hidupnya, yakni Kristus sebagai manifestasi adi kodrati yang sempurna dari segala anugerah Bapa bagi semua anak-Nya. Bukankah kejatuhan Salomo diawali dari pertemuannya dengan Ratu Syeba? Sedangkan nama Syeba berarti tujuh.

Saya berdoa, biarlah di tahun yang baru ini kita kebaskan semua kebekuan, kekecewaan dan kepahitan yang selama ini membebani kita. Biarlah anugerah-Nya memampukan kita untuk memeluk, merangkul dan mengasihi didikan-Nya lebih lagi, sehingga destiny yang telah Tuhan tetapkan tidak mengalami pemotongan, melainkan makin tergenapi hingga puncaknya. L'Shanah Tovah! Rosh Hashanah. Happy Yom Teruah. Hashem Yevarech Otha!

Sungguh Didikan Tuhan Adalah Kehormatan Kami

Thursday, September 11, 2014

Lucy, ISIS & Antichrist

Ketika pertama kali melihat poster dan trailer dari film Lucy, suatu kesan yang amat kuat menggelitik hati dan pikiran saya. Karena saya yakin bahwa film ini bukan sekedar sarana hiburan semata. Sejak lama Hollywood merupakan sebuah "mimbar" dunia yang dipakai untuk menyampaikan pesan-pesan khusus, bahkan memiliki dampak yang profetik bagi Gereja dan dunia. Dan benar saja, ketika selesai menonton, film Lucy memberikan banyak pesan dan tanda yang sarat makna (profetik) baik itu dalam konteks positif maupun konteks negatif, namun semuanya alkitabiah adanya. 

Film ini diawali dengan dua poin penting, yang pertama adalah ketika narator sekaligus peran Professor Norman (Morgan Freeman) memberikan kata pengantar mengenai filosofi dasar kehidupan yang sedemikian rupa yang mengungkap bahwa kehidupan telah ada sejak satu milyar tahun yang lalu. Dan poin kedua adalah ketika tokoh Richard (Pilou Asbaek) menyatakan bahwa wanita pertama dalam sejarah bernama Lucy.


Selanjutnya film Lucy bergulir silih berganti antara adegan seru dan menegangkan yang dialami Lucy (Scarlett Johansson) dari seorang mahasiswi biasa yang dalam kurang dari 24 jam menjadi seorang wanita super karena secara kecelakaan mengkonsumsi sejenis narkoba yang memicu potensi kerja otak dan syarafnya hingga 100%, dengan adegan kelas seminar yang diberikan oleh Professor Norman hingga keduanya bertemu dan mengungkap kemungkinan-kemungkinan yang terjadi ketika kinerja otak dan syaraf mencapai 100% (sebagai informasi, menurut pengetahuan umum, rata-rata kinerja otak manusia normal hanya 15% dari seluruh potensi yang ada).

Bagi saya pribadi, inti film ini adalah melemparkan ide yang spekulatif kepada penonton mengenai apa yang terjadi jika kemampuan kinerja otak manusia mencapai potensi atau kapasitas maksimalnya. Adalah Luc Besson, sutradara film tersebut menjelaskan bahwa ketika kinerja otak mencapai kapasitas maksimalnya, maka secara berurutan hal-hal inilah yang akan terjadi:

1. Kendali penuh atas seluruh sel dalam tubuh orang tersebut. Pada tahap ini orang dapat membaca seluruh kondisi tubuhnya setiap saat tanpa perlu lagi melakukan cek kesehatan dan bahkan mampu memulihkan tubuhnya dalam tempo yang amat singkat.

2. Kendali atas orang lain. Pada tahap ini orang dapat membaca kondisi sel tubuh orang lain dan sampai batas tertentu mampu mengendalikan gerak orang lain.

3. Kendali atas benda-benda. Artinya mampu memegang, memindahkan berbagai benda yang bahkan jauh lebih besar dan lebih berat daripada ukuran orang tersebut.

4. Kendali atas waktu. Tahap maksimal (100%). Ini yang masih spekulatif, namun dianggap paling logis menurut ilmu pengetahuan. Orang tersebut dapat melakukan perjalanan lintas waktu (time travel) ke masa lampau maupun ke masa depan. 

Film ini diakhiri dengan dua poin penting lainnya, yang pertama ketika Lucy mencapai kapasitas maksimal kinerja otaknya, ia menjadi seperti "mahahadir" seperti dinyatakannya, "I AM EVERYWHERE." Poin yang ke-2 adalah pernyataan penutup Lucy yang merupakan penegasan dari pernyataan di awal film, "Life was given to us a billion years ago. Now you know what you can do with it." (Kehidupan telah diberikan kepada kita semilyar tahun yang lalu. Sekarang Anda tahu apa yang dapat Anda perbuat dengan itu").

Dari berbagai hal yang terungkap dalam film Lucy ini, berikut ini beberapa fakta sekaligus berbagai pemikiran subyektif (dan mungkin juga spekulatif) yang dapat kita cermati bersama:
  • Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa inti film ini adalah melemparkan ide spekulatif mengenai sebuah hipotesa jika kapasitas otak manusia mencapai porsi maksimalnya. Namun yang menjadi pertanyaan adalah mengapa film ini hanya mengungkapkan seorang tokoh wanita saja? Dan mengapa seorang yang wanita ini diberi nama Lucy, bahkan disebut sebagai wanita pertama yang pernah ada? Jika kita mau bersikap naif, maka alasan sekedar fiksi atau istilah "namanya juga film" akan mudah dijadikan alasan. Tapi kita tahu, tidak ada yang kebetulan untuk semua output dari Hollywood. Penampilan wanita yang serba super, selalu dalam keadaan solitaire dan dominan, dengan rupa yang cantik dan mudah memikat kaum Adam merupakan gambaran dari roh / tokoh Izebel (atau disebut juga dalam berbagai versi lainnya sebagai Lilith, Ashtoreth / Asherah, Semiramis, Artemis, Diana, Isis, Ishtar, Minerva, Athena, dan seterusnya).
  • Dari empat tahapan kendali yang dapat terjadi ketika kapasitas kinerja otak mencapai maksimal, yang menarik adalah tahap kendali atas waktu, atau dalam hal ini tubuh orang tersebut tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Pendapat ini sama, atau minimal mirip dengan Tubuh Kemuliaan Kristus setelah Ia menang atas Maut dan bangkit dari kematian, yang nantinya akan dialami juga oleh mereka yang akan mengalami Pengangkatan atau Rapture.
  • Yang menjadi semakin menarik adalah media yang digunakan untuk meningkatkan kapasitas kinerja otak dalam film ini adalah narkoba. Terlepas dari fakta adanya jenis narkoba yang sama dengan yang diceritakan di dalam film tersebut, berdasarkan kamus bahasa Inggris, kata rapture memiliki arti sebuah perasaan sukacita atau amat menyenang secara intens (a feeling of intense of pleasure or joy), yang biasanya ditimbulkan dari mengkonsumsi ecstasy atau jenis narkoba lainnya. Dapatkah Anda merasakan pesan tersiratnya sekarang? Pada poin ini saya memiliki dugaan bahwa keberadaan Rapture dengan Tubuh Baru nanti akan memiliki kemiripan dengan apa yang dialami oleh Lucy ini. Bedanya adalah kita memiliki dan dimiliki Kristus pada saat itu. Sedangkan tokoh Lucy yang tanpa Kristus menganggap bahwa kehidupan ini hanyalah "primitif" adanya.
  • Ketika saya sedang meneliti film Lucy ini, nama sutradara Luc Besson tiba-tiba menarik perhatian saya. Nama Besson merupakan salah satu moyang bangsa Normandia (Viking) yang menduduki Inggris sejak tahun 1066. Nama Besson berarti kembar. Pada saat saya mengetahui arti nama Besson, tiba-tiba saya teringat dengan film yang memiliki konsep yang sama dengan versi yang berbeda, yang baru saja dirilis beberapa bulan sebelumnya, yakni Transcendence (Johnny Deep).
  • Film Transcendence mengisahkan tokoh bernama Dr. Will Caster (Johnny Deep) yang akan mencapai ajalnya dalam 4 minggu. Demi mempertahankan eksistensinya setelah ajal (kematian tubuh), Dr. Will Caster bersama istrinya mencoba sebuah cara dengan mentransfer seluruh memori jiwanya ke dalam sebuah komputer super canggih dan akhirnya berhasil. Sejalan dengan cerita, keberadaan jiwa Dr. Will Caster dalam super computer yang digabungkan dengan internet dan teknologi nano, menjadikan Dr. Will Caster bagaikan dewa yang mampu melakukan banyak mujizat bahkan mampu menghadirkan tubuh baru yang sebangun dengan tubuh lamanya. Film Transcendence mengusung tema resurrection atau kebangkitan kembali, suatu perkara yang memang dialami oleh Kristus, namun juga akan dialami oleh Antikristus (Wahyu 13:3).
Morgan Freeman - Sang "Nabi"

Yang tidak kalah menariknya adalah aktor pendukung dari kedua film, baik Transcendence maupun Lucy, yakni Morgan Freeman. Aktor gaek kulit hitam ini memiliki peran yang cukup vital di kedua film, namun kehadirannya memberikan pesan tersirat yang amat kuat. Saya meneliti daftar filmography dari pemeran tokoh Lucius Fox dalam Batman Trilogy ini, terutama sejak 2013, di antaranya adalah Olympus Has Fallen (22 Maret 2013), Oblivion (10 April 2013), Now You See Me (31 Mei 2013), The Lego Movie (7 February 2014), Transcendence (18 April 2014), Lucy (25 Juli 2014).

Berdasarkan informasi di atas, berikut ini beberapa hal yang bisa kita cermati:
  • Setelah peran tokoh Lucius Fox berakhir bersamaan dengan berakhirnya Batman Trilogy, film selanjutnya yang dibintangi oleh Morgan Freeman adalah Olympus Has Fallen, yakni sebuah film yang secara nyata profetik menyampaikan pesan akan kejatuhan Amerika Serikat. Dalam film ini, Morgan Freeman berperan sebagai Ketua DPR atau dalam sistem pemerintahan Amerika Serikat disebut sebagai Mr. Speaker / Speaker of The House of Representative. Dapatkah Anda membaca pesannya? Bahwa sejak 2013, Morgan Freeman dipakai atau berperan sebagai "juru bicara" dari pihak yang berkepentingan (dan sekaligus yang berkuasa) untuk menyampaikan pesan-pesan tersirat yang begitu profetik adanya.
  • Oblivion merupakan film bergenre sci-fi post-apocalyptic yang menggambarkan kehancuran Bumi beserta kehidupan manusianya yang terjadi 60 tahun sebelumnya, film yang memproyeksikan tahun 2077 ini, hendak menyampaikan pesan bahwa akan ada sebuah keadaan yang luar biasa dahsyat dan menyebabkan destruksi secara masif pada tahun 2017 nanti.
  • Thriller action Now You See Me secara eksplisit dan tak terbantahkan mempromosikan Illuminati dan sesuai dengan judulnya, melalui film ini, Iblis mendeklarasikan kehadirannya dengan berbagai tipu muslihat.
  • Kehadiran The Lego Movie merupakan keunikan tersendiri, sekaligus sebuah terobosan karena ini kali pertama sebuah produk mainan diangkat ke layar lebar, sebab biasanya film layar lebarlah yang dibuat menjadi berbagai merchandise mainan. Namun jika kita simak lebih seksama, secara implisit film ini mempromosikan organisasi rahasia Freemasonry (juga Illuminati). Berbagai tokoh yang berperan sebagai master builder atau master mason atau arsitek termasuk tokoh yang disuarakan oleh Morgan Freeman, yakni Vitruvius, seorang penyihir tua yang memperingatkan datangnya bencana yang dapat mengakhiri dunia yang kita kenal (He brings together all the Master builders for a meeting in Cloud Cuckoo Land, in which he tells them that an unstoppable force is coming that could "end the world as we know it").
  • Film Transcendence dirilis secara nasional di Amerika Serikat pada tanggal 18 April 2014 yang bersamaan dengan 18 Nisan 5774, tepat satu hari setelah Yom HaBikkurim atau yang lebih dikenal dengan Hari Raya Buah Sulung (Firstfruits), yang digenapi dengan kebangkitan Kristus dari kematian-Nya dan kemenangan-Nya atas Maut. Dengan demikian, film ini melalui tokoh utamanya, Dr. Will Caster, hendak menyatakan adanya kebangkitan yang lain dari kebangkitan Kristus, yakni kebangkitan Antikristus.
  • Dan yang paling menarik adalah sequel dari Olympus Has Fallen, yakni London Has Fallen yang akan dirilis pada tanggal 2 Oktober 2015. Jika film ini berhasil dirilis, maka jika keadaan mengizinkan, Ratu Elizabeth II telah memecahkan rekor sebagai penguasa British Monarch terlama, melampaui rekor Ratu Victoria (1837 - 1901).
Dengan sekian fakta ini, saya meyakini bahwa mereka memakai film-film yang diperankan oleh aktor Morgan Freeman sebagai "corong" (speaker) untuk menyampaikan pesan akan datangnya rangkaian bencana yang akan menimpa bangsa-bangsa untuk menggenapi semua yang telah dinubuatkan dalam Kitab Wahyu, terutama pasal 17 - 19 mengenai runtuhnya (sistem) Babel Besar yang selama ini diusung oleh Amerika Serikat dan Inggris Raya.

Islamic State of Iraq and Syria = (Goddess) Isis

Awalnya gerakan ekstrim ini bernama Islamic State of Iraq and the Levant, atau disingkat ISIL. The Levant (region) merupakan kumpulan dari beberapa negara yang berbatasan langsung dengan Suriah, yakni Israel, Yordania, Palestina, Libanon, Siprus dan bagian selatan Turki. Namun entah disengaja atau tidak, bagian Levant region tidak lagi disebut, hanya Irak dan Suriah saja. Sehingga ISIL berubah menjadi ISIS, yang akhirnya nama tersebut sama persis dengan nama dewi Isis, pasangan dari dewa Osiris. Apakah ini sebuah kebetulan?

Dewi Isis merupakan dewi bangsa Mesir kuno yang dipercaya menguasai bidang kesehatan, dan rumah tangga. Bersama Osiris, mereka adalah keturunan ke-4 dari dinasti penguasa Mesir kuno dan memiliki seorang anak tunggal bernama Horus (titisan dewa Ra). Yang menarik adalah mahkota dewi Isis berbentuk sebuah takhta. Menurut legenda Mesir kuno, dewi Isis memiliki kuasa kebangkitan dan membangkitkan pasangannya, dewa Osiris, dari kematian setelah tewas dibunuh dewa Set. Dewa Osiris menjadi pelindung para Firaun di alam baka, sedangkan dewa Horus menjadi pelindung para Firaun di alam nyata. 

Sampai di sini saya memiliki kesimpulan bahwa spirit dewi Isis yang termanifestasi melalui gerakan ekstrim organisasi ISIS ini merupakan sebuah "karpet merah" bagi kehadiran pemerintahan Antikristus pada Masa Tribulasi Besar nanti. Bukankah lambang All Seeing Eye selama ini juga dikenal sebagai Eye of Horus, yang adalah anak tunggal pasangan Osiris & Isis?


Yang lebih menarik lagi, kemunculan perdana film Lucy pada tanggal 25 Juli 2014 lalu, waktunya hampir bersamaan dengan organisasi ISIS menghancurkan makam Nabi Yunus di kota Mosul. Penghancuran makam Nabi Yunus ini tidak saja melukai kalangan Yahudi dan Kristen saja, namun juga kalangan Islam, sebab Nabi Yunus pun dianggap salah satu nabi di dalam Islam. Pada poin ini, bagi saya semakin jelaslah bahwa organisasi ISIS memang alat yang dipakai untuk melancarkan jalan Antikristus berkuasa dan menggunakan agama Islam sebagai pembenaran atas semua tindakan mereka. Makam Nabi Yunus berbicara tentang Tanda Yunus yang erat kaitannya dengan Kristus sendiri. Dengan dihancurkannya makam Nabi Yunus ini pada saat yang hampir bersamaan dengan peluncuran perdana film Lucy, sungguh nyata pesan dari pihak musuh (Antikristus) bahwa mereka hendak menegakkan pemerintahan tandingan untuk menentang Kerajaan Kristus di Tahun Pemerintahan Tuhan ini.

Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.