Saturday, March 28, 2015

Pre-Tribulation Atau Mid-Tribulation

"Tidakkah kamu ingat, bahwa hal itu telah kerapkali kukatakan kepadamu, ketika aku masih bersama-sama dengan kamu? Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya. Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali." - 2 Tesalonika 2:5-8

"Don’t you remember that I told you about all this when I was with you? And you know what is holding him back, for he can be revealed only when his time comes. For this lawlessness is already at work secretly, and it will remain secret until the one who is holding it back steps out of the way. Then the man of lawlessness will be revealed, but the Lord Jesus will kill him with the breath of his mouth and destroy him by the splendor of his coming." 2 Thessalonians 2:5-8 (NLT)

Kotbah hamba-Nya, Panglima Mikhael Indriati Tjipto, di Ark of Christ - Bandung pada tanggal 23 Maret 2015 (link kotbah bebas untuk download) sungguh memberikan sebuah peneguhan tersendiri bagi saya pribadi dan juga bagi semua Pasukan Tuhan. Sebelum atau setelah membaca tulisan ini, saya berharap Anda semua mendengarkan kotbah tersebut.


Jadi sekarang kita masih punya waktu ekstra sekitar 2 tahun untuk mempersiapkan diri lebih serius lagi menyambut dimulainya Masa Tribulasi Besar pada tahun 2017 nanti. Hal ini karena Tuhan melalui Pasukan-Nya telah berhasil menahan masa itu terjadi pada saat gerhana matahari total 20 Maret 2015 lalu. Dan penahanan ini hanya berlaku 2 tahun saja. Masa penundaan 2 tahun ini sungguh mengejutkan bagi saya pribadi, karena saya bertanya-tanya, mengapa masa penundaan ini hanya 2 tahun, bukan setahun, bukan 3 tahun ataupun 5 tahun?

Dan beberapa alasan yang bisa saya deskripsikan adalah sebagai berikut:

1. 21 September 2017 merupakan Tahun Baru Ibrani atau Rosh Hashanah 5778, itu berarti negara Israel telah genap berdiri kembali selama hampir 70 tahun sejak 14 Mei 1948 (5 Iyyar 5708). 

"Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara (negara Israel): Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu (satu angkatan sama dengan 70 tahun), sebelum semuanya ini terjadi." - Matius 24:32-34

2. Tanda besar di langit yang sekarang sedang terjadi, yakni Tetrad Blood Moons ke-8 pada 2014 - 2015 merupakan tanda besar "sisi Alpha" atau sisi Tanakh (Perjanjian Lama) sedangkan apa yang dinubuatkan di Kitab Wahyu pasal 12 merupakan tanda besar "sisi Omega" atau sisi Brit Chadasah (Perjanjian Baru) seperti yang pernah dijabarkan dalam tulisan terdahulu (Wahyu 12: Virgo, Jupiter & Planet 7X). Namun seorang anak Tuhan yang lain mendeskripsikan dengan lebih rinci lagi mengenai tanda besar sisi Omega tersebut dalam video Youtube berikut ini: 


Penjelasan Secara Alkitabiah Sekaligus Secara Ilmiah Mengenai Tanda Besar Wahyu 12

"Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan (Virgo) berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang (9 bintang dari gugus Leo, Merkurius, Venus dan Mars, totalnya 12) di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar (Ophiuchus & Serpent), berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh (5 bintang di ekor gugus Serpent, Saturnus, Merkurius, Venus, Bulan dan Matahari, totalnya 10) dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota (Corona Borealis). Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki (Jupiter), yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya (Libra)." - Wahyu 12:1-5

Menarik sekali bahwa zodiak Ophiuchus (dan Serpent) merupakan zodiak termuda yang ditemukan pertama kali di abad ke-2 Masehi. Dan sejak tahun 2009 banyak astronom di dunia mengakui bukan lagi 12 zodiak (Aries - Pisces) melainkan 13 zodiak, karena Ophiuchus dihitung sebagai zodiak ke-13. Seharusnya bukan kebetulan bahwa Kitab Wahyu pasal 13 menubuatkan bangkitnya Sang Antikristus dengan Nabi Palsunya. Penjelasan ilmiah mengenai zodiak ke-13 Ophiuchus ini dapat Anda baca di situs Suara Pembaruan ini

Tanda besar sisi Omega ini (Wahyu 12:1-5) akan berlangsung selama tepat satu tahun almanak Ibrani, yakni tepat pada Rosh Hashanah 5778 hingga Rosh Hashanah 5779. Dan semua nubuatan init akan terjadi tepat di atas langit Yerusalem,Israel, yakni sejak 21 September 2017 hingga 10 September 2018.

3. Tahun 2017 juga merupakan 100 tahun dari bebasnya Israel dari penjajahan Ottoman Turki yang runtuh di Perang Dunia I.

4. Tahun 2017 juga merupakan 70 tahun sejak diterbitkannya Resolusi PBB atas berdirinya negara Israel, pada tangga 29 November 1947.

5. Tahun 2017 juga merupakan 50 tahun sejak Yerusalem kembali ke negara Israel melalui Perang Enam Hari di awal Juni 1967, yang juga bersamaan dengan berlangsungnya Tetrad Blood Moons ke-7 (1967 - 1968).

6. Tahun 2017 juga merupakan 500 tahun sejak Reformasi Gereja diinisiasi secara dramatis oleh Martin Luther terhadap Gereja Katholik Roma pada tahun 1517 di Jerman.

Pre-Tribulation Atau Mid-Tribulation

Pertanyaan berikutnya adalah, apakah setelah 2 tahun nanti Masa Tribulasi Besar ini masih bisa ditahan atau ditunda lagi? Dengan sekian petunjuk sebelumnya disebutkan di atas, hampir bisa dipastikan bahwa masa tersebut sudah tidak dapat ditangguhkan lagi. Apalagi rencana Amerika Serikat dan banyak negara maju di dunia untuk menerapkan RFID Chip secara wajib dan massal kepada seluruh warga negaranya. Maka tujuh masa yang terakhir terakhir dari rangkaian 70 kali tujuh masa yang dinubuatkan dalam Kitab Daniel pasal 9 akan dimulai sejak 1 Nisan 5777 atau 28 Maret 2017.

Yang paling menarik adalah dalam kotbah hamba-Nya itu disebutkan bahwa Tuhan belum menentukan apakah Rapture akan terjadi sebelum Masa Kesusahan Besar itu (Pre-Trib) atau di tengah Masa Kesusahan Besar itu (Mid-Trib). Di poin ini saya teringat ketika seorang hamba-Nya yang lain, yakni Ev. Yusak Tjipto Purnomo dalam sebuah buku mengatakan bahwa beliau mendapatkan pewahyuan dari Tuhan bahwa Rapture akan terjadi Mid-Trib. Itu berarti dalam 2 tahun lagi Gereja Tuhan akan menempuh sebuah sejarah yang luar biasa dramatis selama (maksimal) 3 - 3,5 tahun berikutnya karena harus berhadapan head to head dengan Sang Antikristus.

Mulai 2017 itu, akan terjadi dua ekstrim situasi yang berlansung secara bersamaan, yakni kegelapan dari Masa Tribulasi Besar dan sekaligus Tsunami Lawatan & Tuaian Besar di Akhir Zaman, keduanya akan paralel berjalan hingga Tuhan menjemput Gereja-Nya di awan-awan (Yesaya 60:8).

Siapakah mereka ini yang melayang seperti awan dan seperti burung merpati ke pintu kandangnya?

Thursday, March 19, 2015

Deklarasi (Pembaharuan) Perjanjian EL-fenomena 2015

Perjanjian EL-fenomena didasari atas Perjanjian Ruth, Visi Keselamatan Besar Yesaya 60, 61 & 62 dan Didikan, Tegoran serta Nasihat kepada Jemaat Filadelfia dan Jemaat Laodikia.


1. Kami mengalami pembalikkan keadaan yang ekstrim, yakni dari kaum terkutuk diubah Tuhan, bukan saja menjadi kaum yang diberkati, namun juga menjadi kaum yang memberkati banyak bangsa. Dari kaum yang terkemudian menjadi kaum yang terdahulu. Dari kaum pesakitan dan merana menjadi milik pusaka dalam percepatan Tuhan yang ajaib. Dari kaum yang tak berdaya dan tak berpengharapan menjadi kaum yang mencetak sejarah dan menentukan masa depan banyak bangsa. Dari kaum yang dihindari karena dianggap merusak dan menjadi batu sandungan diubah menjadi salah satu batu penjuru dan tonggak yang membangun dan menopang kaum pilihan di Akhir Zaman.

2. Kami memperoleh jaminan didikan yang tak berkesudahan sebagai proses pembaharuan roh, jiwa serta tubuh dari waktu ke waktu karena sebelum dunia dijadikan, kami telah ditakdirkan untuk menjadi makmur dan termasyhur dan sekaligus menjadi inspirasi yang melahirkan terobosan dan pembaharuan di berbagai aspek dan di berbagai level yang Tuhan kehendaki.

3. Tuhan sebagai Raja di atas segala raja telah menanamkan benih kesetiaan melalui raja-raja-Nya yang mendahului kami dan kami mengandung benih tersebut sampai seluruh aspek kehidupan kami mengalami terobosan serta melahirkan kaum raja-raja dan nilai-nilai Kerajaan Tuhan hingga kami melihat Bumi penuh dengan kemuliaan Tuhan.

4. Dalam pengurapan Tuhan, kami menjadi bagian sebagai saksi, pelaku bahkan penggenap puncak sejarah umat manusia untuk nubuatan Yesaya 60 tergenapi atas seluruh Indonesia, Israel dan bangsa-bangsa. Kami diberi kesempatan melihat, menikmati sekaligus menggenapi sambil berseri-seri, tercengang dan berbesar hati karena Tuhan berkenan menyemarakkan rumah keagungan-Nya di negeri yang mengalami pembaharuan total.

5. Kami menikmati dan memiliki bagian warisan jatah dua kali lipat dan hak kesulungan serta sukacita abadi sebab Tuhan memberi upah dengan tepat, mengikat perjanjian abadi dengan kami, mendandani dengan pakaian keselamatan dan menyelubungi dengan jubah kebenaran serta memahkotai kami sebagai Mempelai Kudus-Nya. Semua benih yang telah ditaburkan tidak menjadi sia-sia, melainkan akan menumbuhkan kebenaran dan mengundang puji-pujian di depan bangsa-bangsa.

6. Kami tak dapat berdiam diri dan tinggal tenang, namun dalam sekejap kesunyian kami menjadi kesemarakan, dan kami menanggalkan pakaian kejandaan sebab Tuhan berkenan mempersunting kami dalam segala kegirangan hati. Dan kami disebut sebagai bangsa kudus, orang-orang tebusan Tuhan, kaum yang diingini dan kota yang takkan ditinggalkan.

7. Mereka yang pernah merendahkan kami akan diserahkan Tuhan kepada kami, yakni mereka yang disuruh Tuhan datang tersungkur di depan kaki kami serta mengakui bahwa Tuhan sungguh nyata berkenan mengasihi kami. Namun kami terus menyadari bahwa sesungguhnya kami sendiripun melarat, malang, miskin, buta dan telanjang.

8. Kami dianugerahi kemampuan untuk membeli emas Tuhan dengan terus menerus dimurnikan, juga pakaian putih dan minyak untuk mempertajam penglihatan kami. Dengan demikian kami menjadi semakin peka akan kehadiran Tuhan dan Tuhan berkenan makan semeja bersama-sama dengan kami.

9. Kami menikmati keistimewaan untuk terus menerus melayani dan mengasihi dalam anugerah Kristus sesuai dengan jalan dan rancangan Tuhan yang melampaui segala akal hingga mencapai garis akhir dan berkemenangan serta memperoleh bagian sebagai jemaat Filadelfia dan Laodikia, yakni ditanam dalam kesetiaan nan kekal, Yerusalem Baru, nama Tuhan yang baru, dan duduk memerintah bersama-sama dengan Tuhan di atas Takhta-Nya.

Cawan EL-fenomena

1. Setia sekalipun sudah tidak ada dasar untuk menjadi setia. Termasuk rela untuk disalahmengerti dan disalahpahami tanpa berusaha membela diri sendiri, melainkan mempersilakan Tuhan bertindak sesuai dengan kehendak-Nya.

2. Menangkap jeli apa yang tersirat dan melakukannya segera tanpa ragu, walau harus mengorbankan nyawa sekalipun.

3. Menanggalkan semua ilah, berhala, kerinduan, impian bahkan selera pribadi.

4. Menjadikan semua kehendak, kerinduan dan impian Tuhan sebagai prioritas utama bahkan satu-satunya.

5. Terus menerus berjuang untuk semakin tahu diri dan semakin rela dalam pengejaran akan semua didikan Tuhan.

6. Menguatkan dan meneguhkan hati dengan sungguh, bertindak tepat serta tekun memperkatakan dan merenungkan Firman Yang Hidup.

7. Terus menerus merelakan hati untuk melampaui setiap batasan dan bertobat senantiasa dengan tidak mengingat-ingat kesalahan siapapun.

8. Melihat, mendengar, mengerti dan memahami segala sesuatu sesuai dengan penglihatan, pendengaran dan kebenaran Tuhan.

9. Tidak menjadi kecewa melainkan bersyukur dan berbahagia untuk setiap didikan, tegoran dan hajaran Tuhan dan menyadari bahwa semuanya itu adalah karena kasih dan setia-Nya.

Tanda EL-fenomena

Pedang Tuhan yang juga adalah Tongkat Otoritas (Zayin Tower), Tangga Yakub (Vav Tower) dan Tudung Ilahi (Divine Chuppah).

Sebelum Dunia Melihat TUHAN Di Dalam Kita, Adakah TUHAN Mendapati Diri-Nya Di Hati Kita?