Friday, January 20, 2017

The Powers Of The Age To Come - Vol. 1

Pernahkah Anda berpikir bahwa pada "final episode" sebelum kesudahan segala sesuatunya tergenapi akan ada sesuatu yang sangat luar biasa, yang sungguh melampaui segala akal bahkan melampaui impian terliar Anda, yang tidak pernah timbul dalam hati manusia sungguh akan terjadi? Atau pernahkah Anda berpikir bahwa apa yang akan terjadi pada "final episode" itu bahkan manifestasi kuasa mujizat (baca: signs and wonders) yang telah direncanakan akan jauh melampaui apa yang tertulis semua di Alkitab? .

Saya pernah memiliki pemikiran atau dugaan bahwa sesungguhnya Tuhan memiliki perasaan tidak puas jika harus menutup Akhir Zaman ini dengan sesuatu yang mediocre atau biasa-biasa saja. Saya yakin Tuhan seperti bicara bahwa semua manifestasi mujizat yang pernah kita baca di Alkitab sesungguh hanyalah sekedar "hidangan pembuka" atau appetizer dibandingkan dengan apa yang akan terjadi di "babak pamungkas" nanti. Saya yakin ada sesuatu yang sangat luar biasa, yang sungguh melampaui segala akal bahkan melampaui impian terliar saya, yang tidak pernah timbul dalam hati manusia sungguh akan terjadi, dan itu akan terjadi sebentar lagi.

Tuhan seakan berkata, "Aku telah tuliskan semua manifestasi mujizat yang kalian anggap 'wah' padahal semua sekedar contoh supaya kalian memiliki kesaksian iman para pahlawan pendahulu kalian dan mengalami jauh daripada apa yang sudah tertulis untuk ikut menikmati secara maksimal di puncak penggenapan segala sesuatunya." 

Dugaan itu diindikasikan minimal oleh dua pernyataan dari dua nara sumber yang berbeda:

1. Oleh Tuhan Yesus sendiri, "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak." - Yohanes 14:12-13. Rasul Petrus telah menggenapi nubuatan ini ketika ada orang yang disembuhkan karena dilewati bayangannya saja (Kisah Para Rasul 5:15), namun saya yakin bahwa penggenapannya tidak hanya pada Rasul Petrus saja, sebab Tuhan Yesus memberikan Amanat Agung kepada semua pengikut-Nya sampai kesudahan zaman.

2. Oleh penulis Kitab Ibrani, setelah menulis tentang sekian banyak kesaksian dari para pahlawan iman, kemudian dilanjutkan dengan pernyataan ini, "Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan." - Ibrani 11:39-40. Pertanyaannya, siapakah kita yang dimaksud untuk bisa membawa seluruh pahlawan iman kepada kesempurnaan? Dan mengapa disebut sebagai yang membawa kepada kesempurnaan? Saya yakin bahwa pihak yang dimaksud akan membawa seluruh kesaksian para pahlawan iman kepada kesempurnaan itu adalah mereka yang selama ini disebut sebagai Generasi Penuntas, Generasi Tanpa Wajah, Generasi Tanpa Nama, Generasi Yedideyah (Yedija), dan sesungguhnya mereka inilah yang dimaksud juga dalam Kitab Wahyu pasal 11, yakni Dua Saksi Allah. Hal ini akan dibahas di volume 2.

The Powers Of The Age To Come

Dan apa yang selama ini telah saya pikirkan dalam penjabaran di atas, tiba-tiba saya mendapat peneguhannya lewat salah satu video kotbah pengajaran Prophet Sadhu Sundar Selvaraj:


"Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum." - Ibrani 6:4-6

"For it is impossible to bring back to repentance those who were once enlightened—those who have experienced the good things of heaven and shared in the Holy Spirit, who have tasted the goodness of the word of God and the powers of the age to come— and who then turn away from God. It is impossible to bring such people back to repentance; by rejecting the Son of God, they themselves are nailing him to the cross once again and holding him up to public shame. - Hebrew 6:4-6 (New Living Translation)

"Once people have seen the light, gotten a taste of heaven and been part of the work of the Holy Spirit, once they've personally experienced the sheer goodness of God's Word and the powers breaking in on us-- if then they turn their backs on it, washing their hands of the whole thing, well, they can't start over as if nothing happened. That's impossible. Why, they've re-crucified Jesus! They've repudiated him in public! - Hebrew 6:4-6 (The Message)

Dalam kotbahnya, Prophet Sadhu Sundar Selvaraj bersaksi bahwa suatu saat Tuhan Yesus pernah berbicara kepada beliau, "Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan karunia-karunia dunia yang akan datang (the powers of the age to come)?"

Dan beliau menjawab, "Aku tidak tahu, Tuhan."

Lalu Tuhan memberikan sedikit petunjuk yang mengejutkan, "Itu adalah masa dimana apapun manifestasi mujizat yang pernah kamu baca di Alkitab akan kelihatan seperti mainan anak-anak."

WOW! Dan dalam sekejap pengharapan saya menjadi penuh seketika. Apa yang selama ini saya dapat dari Roh Tuhan tentang Akhir Zaman dan tentang takdir saya di dalam rencana Tuhan begitu jelas dan semakin saya pahami. Saya seperti mendapatkan sebuah potongan puzzle terpenting yang selama ini saya cari. Saya yakin inilah pewahyuan yang saya nantikan itu, supaya saya bisa ikut menjadi saksi yang menyiapkan Generasi Terakhir, Generasi Pamungkas sebelum kesudahan segala sesuatunya tergenapi.

Namun bukan hanya sampai di situ saja. Tidak lama setelah pernyataan Tuhan Yesus yang mengejutkan itu, saat Prophet Sadhu Sundar Selvaraj berada di negara bagian Louisiana, empat malaikat penghulu daerah itu muncul di depan beliau dan sekali lagi pemimpin dari keempat malaikat penghulu itu menyampaikan suatu mandat, "Ajarkan pada mereka tentang karunia-karunia dunia yang akan datang."

"Tapi saya tidak tahu apa arti dari hal itu." 

Selanjutnya malaikat-malaikat itu mengajarkan beliau selama dua jam. Dan salah satu malaikat itu memberi kesimpulan yang serupa dengan yang disampaikan Tuhan Yesus sebelumnya, "Apapun manifestasi mujizat yang pernah kamu baca di Alkitab akan kelihatan seperti mainan anak-anak." 

Sampai di sini pernyataan itu tidak lagi mengejutkan, sebab Tuhan Yesus telah memberitahukan pernyataan yang sama. Namun pernyataan berikutnya dari malaikat tersebut sungguh di luar pemikiran siapapun, "Bahkan kami para malaikat yang ada di Sorga BELUM PERNAH menyaksikan kegerakan Roh Kudus yang sesuai dengan yang dimaksud dari apa yang tertulis itu."

Para malaikat ini telah menyaksikan sepak terjang Roh Kudus yang begitu sangat digdaya pada Enam Hari Penciptaan, Roh Tuhan melayang-layang sejak Bumi masih gelap dan menciptakan kembali kehidupan lengkap dengan segala aspeknya. Namun semuanya itu masih tidak sebanding dengan apa yang dimaksud dari Ibrani 6:5 itu, yakni (kuasa) karunia-karunia pada penghujung dari Akhir Zaman.

Sedangkan Tuhan melalui Bahtera mewahyukan bahwa mulai 2017 ini kita memasuki Glorious Time, masuk masa beyond human, sungguh tidak ada yang kebetulan. Inilah awal dari apa yang dijanjikan itu, the powers of the age is coming now

Mereka mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat; dan mereka mempunyai kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali mereka menghendakinya.

Bersambung

Friday, January 13, 2017

Jerat Ajaran Teori Kemakmuran & Tanda Binatang

"Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat." - Lukas 21:34

"Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan." - 1 Timotius 6:9

Setelah merenungkan lebih dalam lagi, terutama dari kotbah Prophet Sadhu Sundar Selvaraj, saya berkesimpulan bahwa ajaran teori kemakmuran yang sempat berkembang pesat di kalangan Gereja Tuhan (terutama Jemaat Laodikia) merupakan jerat yang sangat mematikan yang dipersiapkan Iblis sejak lama untuk di Masa Tribulasi nanti.


Perhatikan bagaimana Alkitab menggambarkan kehidupan Gereja mula-mula, "Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing." (Kisah Para Rasul 2:44-45). 

Namun keadaan Gereja saat ini di Akhir Zaman sangat kontras. Hampir seluruh umat Kristen didoktrinasi bahwa yang disebut kehidupan yang diberkati adalah jika memiliki harta berlimpah, pekerjaan yang sukses, rumah tangga yang bahagia, reputasi yang baik dan seterusnya. Dan di sisi lain jika orang tersebut didapati sakit-sakitan, kekurangan uang, maka dengan mudah orang itu dianggap tidak diberkati atau lebih konyol lagi orang itu akan dianggap tidak beriman. Bahkan jumlah kekayaan menjadi ukuran apakah kehidupan seseorang diberkati atau tidak diberkati. Dan hal ini menyebabkan Gereja lebih mengutamakan kenyamanan hidup daripada kebenaran hidup.

Ini sungguh mentalitas yang sangat berbahaya dan amat mematikan, terutama pada Masa Tribulasi nanti. Mengapa? Karena sebagian besar orang percaya sudah terlalu nyaman dengan pola kehidupan yang serba instan dan sangat dimanjakan oleh teknologi yang canggih saat ini. Dan ketika datang waktunya, pada hari Tuhan, di mana semua orang tidak bisa lagi bertransaksi karena tidak memiliki Tanda Binatang itu, maka pada hari itulah jerat Iblis bekerja dengan sangat efektif. 

"Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya." - Wahyu 13:16-17

Mentalitas ingin kaya, ingin cepat kaya dan ingin hidup serba nyaman dan serba instan inilah yang akhirnya membuat Gereja Tuhan menjadi suam, tidak panas maupun dingin. Mengapa? Karena uang yang jadi ukuran, dan bukan kebenaran. Bahkan mentalitas ini semakin diperburuk dengan teknologi canggih saat ini, terutama media sosial. Ya Facebook, Twitter, Instagram, dan sejenisnya memang membawa begitu banyak kemudahan dan kekayaan dengan cepat, sekaligus menjadikan jerat itu semakin nyata. 

Peran media sosial juga sangat dahsyat dan luar biasa dalam membentuk karakter yang manja dan menginginkan kenyamanan, bahkan mengubah pola komunikasi keluarga. Dan coba renungkan ini, bahwa Tanda Binatang itu sesungguhnya sesuatu yang sangat memikat selain memiliki urgensi untuk transaksi harian. Banyak orang akan mempromosikannya melalui media sosial sebagai suatu gaya hidup yang sangat canggih dan amat menggiurkan, seperti halnya bertransaksi online saat ini. 

Ya sungguh kita hidup di masa-masa penentuan, masa-masa yang membutuhkan iman daripada kenyamanan. Teruslah didik jiwa kita dan relakanlah hati kita untuk dicemburui oleh cinta-Nya, karena itulah yang menjadikan kita selalu waspada dan berujung kemenangan bersama dengan Tuhan.

Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.

About Windunatha

My photo
Destined to become prosperous and famous. But still learning to be happy and keep struggling to be an increasingly willing servant who dies more and more to self. A Dreamer Of Isaiah 60 fulfillment for Indonesia and by the grace of God, will witness and finish them all.